RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO – PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga avtur di 37 bandara sebagai langkah strategis menjaga keterjangkauan harga tiket pesawat sepanjang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Kebijakan ini diambil untuk meredam potensi lonjakan tarif penerbangan yang lazim terjadi pada masa puncak liburan akhir tahun.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan diskon avtur tersebut merupakan bentuk dukungan langsung terhadap kebijakan pemerintah yang sebelumnya meminta seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi udara menahan kenaikan biaya operasional agar tidak membebani masyarakat.
“Ini langkah Pertamina melalui Patra Niaga untuk mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga tiket penerbangan. Diskon avtur di 37 bandara ini diberikan agar penumpang bisa mendapatkan tiket yang lebih terjangkau,” ujar Roberth dalam konferensi pers di Kantor Pertamina, Rabu (26/11).
Menurut Roberth, kebijakan ini tidak berdiri sendiri. Pertamina juga menyiapkan serangkaian program Nataru yang ditargetkan dapat meringankan beban biaya perjalanan masyarakat. Dari sisi energi, Pertamina memastikan distribusi BBM, LPG, hingga avtur tetap aman selama periode mobilitas tinggi.
Untuk publik pengguna kendaraan darat, Pertamina menggelar promo BBM nonsubsidi dengan potongan harga Rp300 per liter, serta program hemat pembelian Bright Gas untuk kebutuhan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina mengupayakan keterjangkauan biaya energi di berbagai sektor secara simultan.
Selain diskon langsung harga BBM dan avtur, Pertamina memperluas manfaat berupa poin loyalitas MyPertamina yang dapat ditukar untuk layanan premium di bandara. Fasilitas tersebut mencakup akses lounge Garuda Priority Service, fasilitas parkir di titik tertentu, hingga penukaran berbagai merchandise.
Pertamina juga menghadirkan layanan khusus berupa porter gratis di 9 bandara, yang dapat dimanfaatkan oleh penumpang lanjut usia, keluarga dengan bawaan banyak, maupun pengguna MySerambi MyPertamina yang ingin mendapatkan layanan tambahan saat menunggu waktu boarding.
“Jadi tidak hanya tempat istirahat, tetapi juga dukungan bagi mereka yang kesulitan membawa banyak barang atau sudah berusia lanjut,” jelasnya.
Di tengah tren kebutuhan penerbangan yang meningkat menjelang Nataru, tarif avtur menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya maskapai. Diskon ini diharapkan dapat membantu maskapai menahan biaya operasional sehingga ruang penyesuaian harga tiket dapat tetap dijaga.
Pertamina menegaskan bahwa seluruh program ini dirancang dengan tujuan akhir menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, sekaligus memberi kepastian bahwa perjalanan udara—yang kerap menjadi sarana utama mudik dan wisata akhir tahun—tetap dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.
“Ini adalah langkah untuk mendukung kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga tiket penerbangan. Kami turut membantu agar masyarakat dapat memperoleh harga tiket yang sesuai,” kata Roberth menutup penjelasan.(*/edi)