Tekankan ASN BerAKHLAK, Bekerja dengan Hati dan Integritas
PEMBINAAN_Kankemenag) Kabupaten Lampung Barat menggelar kegiatan Pembinaan Kepegawaian Mewujudkan ASN BerAKHLAK dan Kementerian Agama Berdampak bersama Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung--
BALIKBUKIT — Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lampung Barat menggelar kegiatan Pembinaan Kepegawaian Mewujudkan ASN BerAKHLAK dan Kementerian Agama Berdampak bersama Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Lampung. Kegiatan berlangsung di Aula Kemenag Lampung Barat, Senin (13/10/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung, Drs. H. Marwansyah, beserta tim monitoring dan evaluasi, Plt. Kepala Kankemenag Lambar H. Miftahus Surur, S.Ag., M.Si, serta jajaran kepala madrasah, kepala KUA, penyuluh agama, dan seluruh ASN di lingkungan Kemenag setempat.
Dalam arahannya, Miftahus Surur menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas ASN agar selaras dengan delapan program prioritas Kemenag atau Asta Protas.
”Pembinaan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari proses membentuk aparatur yang tidak hanya memahami regulasi, melainkan juga mampu mengimplementasikannya dalam pelayanan publik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembinaan berfokus pada teori implementatif—yakni kemampuan ASN dalam menerjemahkan nilai-nilai kinerja ke dalam tindakan nyata sesuai tugas pokok dan fungsi. “Kami berharap ASN di lingkungan Kemenag Lampung Barat dapat menjadi contoh profesionalisme dan pelayanan publik yang berintegritas,” tambahnya.
Sementara itu, Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Marwansyah, dalam pemaparannya menekankan pentingnya ASN memahami substansi dari visi besar Kemenag, yakni “Terwujudnya masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.”
Menurutnya, makna “rukun” dan “maslahat” bukan hanya jargon, melainkan harus dihidupkan dalam perilaku ASN sehari-hari, baik dalam lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
”Tidak bisa bicara soal kerukunan kalau di rumah tangga sendiri belum rukun. Tidak bisa bicara maslahat kalau belum memahami nilai manfaat bagi sesama,” tegas Marwansyah.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pimpinan dalam membangun budaya kerja yang sehat, kolaboratif, dan berbasis nilai. “Pimpinan harus mampu mendesain lingkungan kerja yang rukun, maslahat, dan cerdas. ASN harus menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah,” jelasnya.
Marwansyah menambahkan bahwa sinergi antara pimpinan dan ASN menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Kemenag Berdampak.
”Tugas ASN bukan mengkritisi kebijakan, tetapi menjalankan amanah sesuai regulasi dan target kinerja. Sinergi dan kolaborasi akan menciptakan layanan publik yang optimal dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pembinaan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di tubuh Kementerian Agama. Melalui pembinaan berkelanjutan, diharapkan seluruh ASN Kemenag Lampung Barat semakin profesional, berintegritas, dan konsisten mengamalkan nilai-nilai BerAKHLAK: Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.(edi/nopri)