Mualem Bicara Perdamaian Aceh di Forum Internasional
Muzakir Manaf--
RADARLAMBARBACAKORAN.CO-Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem tampil sebagai salah satu pembicara dalam forum International Conference on After the Peace Agreements: Bangsamoro and Beyond yang digelar Institute for Autonomy and Governance (IAG) di Manila, Filipina, Rabu. Konferensi yang membahas proses perdamaian di kawasan ini ia ikuti secara daring dari Meuligoe Gubernur Aceh.
Dalam forum tersebut, Mualem memaparkan pengalaman Aceh dalam menjaga perdamaian jangka panjang setelah penandatanganan Perjanjian Helsinki 2005. Materi yang ia bawakan mengangkat perjalanan transisi dirinya dari pemimpin gerakan bersenjata menjadi pemimpin politik, sebuah fase yang ia sebut sebagai perubahan besar dalam sejarah Aceh pascakonflik.
Ia menyampaikan bahwa kanal politik melalui partai lokal menjadi sarana baru untuk menyalurkan aspirasi mantan kombatan. Pemerintah Aceh, menurut Mualem, kini memprioritaskan peningkatan kesejahteraan para eks kombatan serta memaksimalkan keistimewaan dan otonomi khusus sesuai amanat perjanjian.
Meski demikian, ia mengakui bahwa proses peralihan dari gerakan perlawanan menuju pemerintahan formal tidak selalu berjalan mulus. Penyesuaian dengan berbagai regulasi nasional menjadi tantangan tersendiri dalam upaya membangun tata kelola yang stabil dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Mualem turut menyinggung kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto, yang menurutnya dibangun atas dasar kepercayaan politik dan kerja sama antara Partai Aceh dan Partai Gerindra. Ia menyebut telah mendukung Prabowo dalam tiga pemilihan presiden hingga akhirnya menang, dan kini sebagai gubernur, ia menegaskan komitmen menjalankan arahan pemerintah pusat di Aceh.
Menurut Mualem, komunikasi dengan Presiden dilakukan secara intensif, terutama menyangkut pembangunan ekonomi dan percepatan infrastruktur. Ia berharap percepatan pembangunan dapat mendorong Aceh mengejar ketertinggalan dari wilayah lain.