Trump Setujui Rencana Gencatan Ukraina–Rusia, Kyiv Tak Dilibatkan
Trump Perluas Perang Narkoba ke Darat di Venezuela--
RADARLAMBARBACAKORAN.CO– Di tengah pertempuran yang masih berlangsung antara Ukraina dan Rusia, laporan media Amerika Serikat menyebut Presiden AS Donald Trump telah menyetujui sebuah proposal gencatan senjata yang disebut melibatkan penyerahan sebagian wilayah Ukraina serta pengurangan signifikan kekuatan militernya. Informasi ini muncul bersamaan dengan serangan mematikan Rusia terhadap warga sipil di Kota Ternopil, Ukraina barat.
Rencana yang diberitakan Reuters dan AFP itu dikabarkan meminta Kyiv melepaskan wilayah timur yang kini berada di bawah kendali pasukan Rusia. Sebagai imbalannya, Ukraina serta negara-negara Eropa disebut akan mendapatkan jaminan keamanan dari Amerika Serikat untuk menghadapi potensi agresi di masa mendatang. Gedung Putih tidak memberikan tanggapan atas pemberitaan tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa pemerintahnya tengah mengumpulkan gagasan untuk mengakhiri perang berdasarkan masukan dari kedua pihak yang berkonflik. Proposal ini dikabarkan telah disetujui Trump, meski pihak Ukraina mengaku tidak dilibatkan dalam penyusunannya. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendorong AS agar mengambil peran lebih tegas untuk menghentikan perang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Di dalam negeri, rencana tersebut memicu kekhawatiran politik. Sejumlah anggota parlemen Ukraina menilai pemberitaan itu terdengar seperti langkah yang mendekati bentuk penyerahan diri. Mereka menilai kabar mengenai penyerahan wilayah dan pemangkasan kekuatan militer Ukraina merupakan informasi menyesatkan yang menguntungkan Rusia. Menurut mereka, kekuatan bersenjata Ukraina tetap menjadi jaminan utama pertahanan negara.
Sejumlah politisi Ukraina juga menilai bahwa kesepakatan apa pun tidak bisa diputuskan hanya oleh pemerintah, melainkan harus selaras dengan aspirasi masyarakat. Di saat yang sama, Zelenskyy tengah menghadapi tekanan politik akibat investigasi terhadap sejumlah penasihatnya serta pengunduran diri dua menteri.
Di level internasional, Eropa menegaskan pentingnya dilibatkan dalam pembahasan rencana perdamaian tersebut karena menyangkut keamanan kawasan. Polandia menekankan bahwa upaya perdamaian perlu mempertimbangkan kemampuan Ukraina mempertahankan diri, sementara Uni Eropa menilai setiap rencana hanya akan berhasil apabila Ukraina dan negara-negara Eropa ikut serta dalam perumusan. Negara-negara Eropa kembali mengingatkan bahwa perang ini memiliki pihak agresor yang jelas dan menuntut adanya komitmen nyata dari Rusia.