Keanggunan Alam Waburi Park, Destinasi Wisata Unggulan dengan Panorama Pantai di Buton Selatan
Pemandangan Taman Waburi yang terletak di Kabupaten Buton Selatan. Foto ; Net.--
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Berada di pesisir Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Waburi Park merupakan salah satu destinasi wisata yang kini tengah naik daun dan menjadi buah bibir para pelancong. Daya tarik utama kawasan ini terletak pada perpaduan lanskap alam yang memukau, berupa pantai berpasir putih yang bersih, air laut sebening kaca berwarna biru jernih, serta tebing-tebing batu yang berdiri tegak mengelilingi area pantai, sehingga menciptakan panorama menakjubkan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Tidak mengherankan jika lokasi ini berkembang menjadi ikon wisata baru yang membangun citra positif bagi Kabupaten Buton Selatan. Secara administratif, Waburi Park berada di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa. Lokasinya cukup mudah dijangkau oleh wisatawan, baik yang berasal dari wilayah setempat maupun dari luar daerah. Jarak kawasan wisata tersebut sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Baubau.
Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dengan waktu tempuh berkisar antara satu setengah hingga dua jam perjalanan melalui jalur darat. Kondisi jalan yang cukup nyaman dan akses transportasi yang memadai membuat perjalanan menuju Waburi Park terasa aman dan menyenangkan.
Area wisata Waburi Park memiliki bentang wilayah kurang lebih 100 × 700 meter dan telah ditetapkan sebagai aset resmi Pemerintah Desa Gaya Baru. Sejak diresmikan sebagai kawasan wisata pada penghujung tahun 2021, pengembangannya dilakukan secara bertahap melalui pemanfaatan Dana Desa yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan sarana pendukung bagi pengunjung. Tempat wisata ini beroperasi mulai pukul 08.30 WITA hingga pukul 22.00 WITA setiap hari, dengan jumlah pengunjung paling ramai biasanya terjadi pada akhir pekan, khususnya hari Sabtu dan Minggu.
Berbagai fasilitas pendukung telah disiapkan guna memberikan kenyamanan maksimal bagi wisatawan. Di antaranya tersedia gazebo sebagai tempat beristirahat, lampu taman yang memperindah suasana pada malam hari, toilet umum, jalur titian untuk memudahkan mobilitas, area pedagang lokal, papan informasi, pos jaga, dan penginapan berupa homestay bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih lama. Keberadaan fasilitas tersebut menjadikan Waburi Park bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang rekreasi yang menawarkan kenyamanan dan pengalaman wisata yang menyenangkan.
Pemandangan senja di Waburi Park juga menjadi daya tarik istimewa yang digemari pengunjung. Banyak wisatawan memanfaatkan gazebo untuk bersantai sambil menyantap hidangan khas daerah atau menikmati secangkir kopi sembari menatap pesona matahari yang perlahan tenggelam di garis cakrawala. Perpaduan warna langit saat matahari terbenam, disertai hembusan angin laut yang menenangkan, menciptakan nuansa romantis dan relaksasi yang sulit dilupakan.
Jika berangkat dari ibu kota Kabupaten Buton Selatan, jarak menuju lokasi kurang lebih 52,5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 88 menit. Hal ini menjadikan Waburi Park sebagai pilihan ideal untuk berwisata singkat maupun liburan keluarga tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Salah satu nilai penting dari keberadaan Waburi Park adalah sistem pengelolaannya yang berbasis pemberdayaan warga lokal. Sejak pembangunan awal, masyarakat desa berperan aktif melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang beroperasi di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Model pengelolaan ini tidak hanya membuka kesempatan ekonomi bagi penduduk setempat, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga, memelihara, dan mempromosikan destinasi wisata di daerahnya.
Dengan potensi alam yang memukau, fasilitas yang terus dikembangkan, akses yang mudah, serta pengelolaan yang melibatkan masyarakat, Waburi Park semakin menegaskan dirinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Tenggara. Kehadiran tempat ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam Buton Selatan kepada khalayak yang lebih luas.(yayan/*)