Lubang Raksasa Muncul di Situjuah Sumbar, Pakar Sebut Dipicu Geologi Karst dan Cuaca Ekstrem

Fenomena sinkhole di sumbar. Foto-Net--

 

RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO – Kemunculan lubang raksasa atau sinkhole secara tiba-tiba di Nagari Situjuah, Sumatra Barat, menggegerkan warga dan memicu kekhawatiran terhadap keselamatan lingkungan sekitar. Lubang berdiameter lebih dari 10 meter itu muncul mendadak di kawasan permukiman dan berpotensi terus meluas serta semakin dalam.

 

Fenomena tersebut menimbulkan kepanikan warga karena lokasinya berdekatan dengan aktivitas masyarakat. Selain mengancam keselamatan jiwa, sinkhole juga dikhawatirkan berdampak pada infrastruktur dan kondisi lingkungan di sekitarnya.

 

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Wilopo, menjelaskan kemunculan sinkhole di wilayah tersebut dipicu kombinasi kondisi geologi dan faktor iklim ekstrem. Menurutnya, wilayah Sumatra Barat memiliki satuan batuan gamping atau karst yang rentan terhadap pembentukan rongga bawah tanah.

 

Curah hujan tinggi akibat Siklon Senyar yang melanda pada akhir November 2025 turut mempercepat proses tersebut. Air hujan yang meresap ke dalam tanah melarutkan batuan kapur dan membentuk rongga yang lama-kelamaan runtuh ke permukaan.

 

Secara ilmiah, sinkhole tidak muncul di semua jenis tanah. Fenomena ini umumnya terjadi di daerah karst, tanah berongga, serta wilayah dengan material vulkanik yang telah mengalami pelapukan. Selain faktor alam, aktivitas manusia seperti eksploitasi air tanah berlebihan juga dapat mempercepat pembentukan sinkhole karena menurunkan muka air tanah dan melemahkan struktur tanah.

 

Dampak sinkhole tidak hanya terbatas pada kerusakan lahan dan perubahan bentang alam, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem serta mencemari air tanah. Rongga bawah tanah dapat menjadi jalur masuk limbah dan material berbahaya ke sistem sungai bawah tanah, sehingga mengancam kualitas lingkungan.

 

Wahyu menegaskan penanganan sinkhole tidak cukup hanya dengan menutup lubang secara fisik. Diperlukan kajian ilmiah melalui survei geologi dan geofisika untuk memetakan kedalaman serta sebaran rongga bawah tanah. Metode seperti geolistrik, seismik, dan ground penetrating radar dinilai penting untuk memastikan stabilitas tanah di sekitar lokasi.

 

Ia juga mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan wilayah rawan sinkhole sebagai langkah mitigasi, serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memperhatikan tanda-tanda awal seperti retakan tanah, penurunan permukaan, atau perubahan aliran air.(*)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan