Banjir Sumatra Rusak 205 Ambulans, Kemenkes Turunkan Montir dan Siapkan Rp500 Miliar Pemulihan Faskes

Kementerian Kesehatan mengirim montir untuk memperbaiki sejumlah ambulans milik rumah sakit yang terdampak banjir. Foto ist--

RADARLAMBARBACAKORAN.CO- Kementerian Kesehatan RI bergerak cepat memulihkan layanan kesehatan di Sumatra pascabencana banjir dan longsor akhir 2025. Upaya tersebut mencakup perbaikan sarana transportasi medis hingga perangkat penunjang rumah sakit dan puskesmas yang terdampak cukup parah.

Kementerian mencatat sedikitnya 205 unit ambulans milik rumah sakit di wilayah terdampak mengalami kerusakan. Untuk mempercepat pemulihan, Kemenkes menurunkan montir-montir profesional dari berbagai dealer kendaraan agar ambulans dapat kembali beroperasi melayani masyarakat.

Hingga kini, sekitar 50 unit ambulans telah selesai diperbaiki dan kembali digunakan. Sementara itu, puluhan unit lainnya masih menjalani perbaikan berat di bengkel karena mengalami kerusakan mesin cukup serius.

Tak hanya fokus pada kendaraan, Kemenkes juga mengerahkan teknisi alat kesehatan ke sejumlah rumah sakit terdampak. Pemeriksaan dilakukan untuk memilah perangkat medis yang masih bisa diperbaiki dan mana yang harus diganti akibat rusak terendam banjir.

Untuk kebutuhan penggantian alat kesehatan dan pemulihan fasilitas, Kemenkes menyiapkan anggaran sekitar Rp500 miliar. Dana tersebut diajukan agar dapat segera dicairkan guna mengganti peralatan medis, tempat tidur pasien, kasur, mebel, hingga ribuan unit komputer yang tidak lagi dapat digunakan.

Selain pemulihan sarana, penanganan kesehatan di wilayah bencana kini memasuki tahap ketiga, yakni perluasan layanan operasional. Puskesmas yang telah kembali aktif dioptimalkan untuk menjangkau desa-desa terisolasi serta melayani warga di pos pengungsian.

Diperkirakan sekitar 300 ribu warga masih tersebar di sekitar seribu pos pengungsian. Kondisi ini membuat tenaga puskesmas setempat kewalahan, sehingga Kemenkes mengirimkan relawan tambahan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal.

Saat ini, sekitar 4.000 relawan kesehatan telah dikoordinasikan ke lokasi bencana. Mereka berasal dari berbagai organisasi, lembaga kemanusiaan, hingga institusi pendidikan, dengan sistem rotasi berkala agar penanganan kesehatan dapat berkelanjutan hingga kondisi benar-benar pulih. (*/rinto)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan