Harga BBM Nonsubsidi Turun, SPBU Mulai Sesuaikan Tarif

BBM non subsidi kembali mengalami penurunan. Foto Dok--

PESISIR SELATAN - Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar). SPBU 24.348.188 yang berlokasi di Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, mulai memberlakukan penyesuaian harga terbaru untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi sejak awal Februari 2026. Kebijakan itu disambut positif oleh masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha yang bergantung pada distribusi darat.

Pengawas SPBU 24.348.188 Pekon Bangun Negara, Agus G Wijaya, mengatakan penyesuaian harga itu merupakan tindak lanjut dari kebijakan resmi Pertamina terkait evaluasi harga BBM nonsubsidi yang dilakukan secara berkala. Dalam penyesuaian kali ini, harga Pertamax yang sebelumnya berada di angka Rp12.650 per liter, turun menjadi Rp12.100 per liter. Penurunan juga berlaku untuk Pertamax Turbo dari Rp13.700 per liter menjadi Rp13.000 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp13.900 per liter menjadi Rp13.800 per liter.

“Penurunan harga ini sudah kami terapkan sesuai ketentuan yang ditetapkan Pertamina sejak 1 Februari 2026. Kami hanya menjalankan kebijakan pusat, dan sejak diberlakukan, masyarakat bisa langsung membeli BBM dengan harga terbaru tersebut,” katanya, Senin, 2 Februari 2026.

Menurutnya, kebijakan penurunan harga BBM nonsubsidi itu diharapkan dapat memberikan sedikit ruang napas bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini. Terlebih, wilayah Pesisir Selatan merupakan kawasan dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, baik untuk aktivitas harian warga maupun distribusi barang kebutuhan pokok ke sejumlah pekon. Sejak harga baru diberlakukan, tidak terjadi lonjakan antrean yang signifikan di SPBU. Kondisi pelayanan masih berjalan normal dan stok BBM dipastikan dalam keadaan aman.

“Alhamdulillah, stok BBM aman dan pelayanan berjalan lancar. Tidak ada kepanikan atau antrean panjang. Masyarakat membeli seperti biasa,” jelasnya.

Masih kata dia, ia juga memastikan bahwa seluruh petugas SPBU telah menerima sosialisasi terkait perubahan harga tersebut, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengisian maupun penagihan kepada konsumen. Setiap perubahan harga selalu disertai dengan pembaruan sistem dan papan informasi agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas tarif yang berlaku.

“Begitu ada penyesuaian harga, kami langsung perbarui sistem dan informasi di SPBU. Transparansi ini penting agar konsumen merasa nyaman dan percaya,” tandasnya. (yayan/*) 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan