Produktivitas Jagung Terjaga, Tahun Ini, Pesbar Canangkan Luas Tanam 4.103 Hektare
JAGUNG; Tahun ini Pemkab Pesbar canangkan luas tanam jagung mencapai 4.103 Hektare. foto _ dok--
PESISIR TENGAH - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus memperkuat perannya dalam mendukung program ketahanan pangan daerah dan nasional melalui pengembangan komoditas jagung yang dinilai memiliki produktivitas cukup stabil dari tahun ke tahun.
Sepanjang 2025, produksi jagung di wilayah paling barat Provinsi Lampung itu tercatat mencapai 17.316,99 ton dengan luas panen 3.136 hektare. Capaian tersebut menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun target tanam yang lebih terarah pada 2026 ini, dengan total luas sasaran tanam mencapai 4.103 hektare.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Muchtar Husin, S.P., mendampingi Kepala DKPP Pesbar, Irvan Leonardo Abdullah, S.P., M.Si., mengatakan jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang terus dikembangkan pemerintah daerah selain padi. Menurutnya, jagung tidak hanya berperan sebagai sumber pangan, tetapi juga menjadi penopang sektor peternakan dan penggerak ekonomi petani di wilayah perdesaan.
“Produksi jagung Kabupaten Pesbar pada tahun 2025 mencapai 17.316,99 ton dengan luas panen 3.136 hektare. Ini menunjukkan bahwa produktivitas jagung di Pesbar masih terjaga dan memiliki potensi besar untuk terus ditingkatkan,” kata Muchtar Husin, pada Senin, 2 Februari 2026.
Dijelaskannya, untuk tahun tanam 2026, DKPP Pesbar telah menetapkan sasaran luas tanam jagung secara bertahap berdasarkan periode musim tanam. Pada masa tanam Oktober-Desember 2025 hingga Maret 2026, luas sasaran tanam ditetapkan mencapai 2.672 hektare. Selanjutnya, pada masa tanam April-September 2026, luas sasaran tanam direncanakan sebesar 1.431 hektare. Dengan demikian, total luas sasaran tanam jagung sepanjang periode tersebut mencapai 4.103 hektare.
“Penetapan sasaran tanam ini dilakukan sebagai upaya menjaga kesinambungan produksi jagung. Dengan pengaturan masa tanam yang jelas, kami berharap petani dapat menanam secara serempak dan produktivitas tetap optimal meskipun menghadapi tantangan cuaca,” jelasnya.
Masih kata dia, pencanangan luas tanam tersebut tidak terlepas dari komitmen DKPP Pesbar untuk terus melakukan pendampingan terhadap petani jagung. Pendampingan dilakukan melalui penyuluhan teknis, bimbingan budidaya sesuai rekomendasi, serta penguatan koordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan agar petani mendapatkan informasi dan pendampingan secara berkelanjutan.
“DKPP Pesbar akan terus melakukan pendampingan terhadap petani jagung. Komoditas ini merupakan salah satu penopang utama dalam mendukung program ketahanan pangan, sehingga perlu dijaga mulai dari aspek budidaya hingga pascapanen,” katanya.
Menurutnya, Kabupaten Pesbar memiliki potensi pertanian yang cukup besar, baik dari sisi ketersediaan lahan maupun kondisi agroklimat yang relatif mendukung. Selain padi sebagai komoditas utama, jagung juga dinilai memiliki tingkat adaptasi yang baik terhadap kondisi lahan setempat serta permintaan pasar yang cenderung stabil.
“Selain padi, jagung di Pesbar juga setiap tahunnya cukup produktif. Potensi ini menjadi modal penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” tandasnya. (yayan/*)