Perbaikan Jalan Dimulai Pekan Depan

DPUPR Pesbar pastikan pekan depan pihak rekanan perbaiki kerusakan jalan di Gedung Cahya Kuningan Ngambur. Foto Dok --

PESISIR TENGAH - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) memastikan perbaikan kerusakan ruas jalan Gedung Cahya Kuningan-Simpang Empat, Kecamatan Ngambur, akan segera dilaksanakan. Langkah tersebut menyusul hasil koordinasi antara DPUPR Pesbar dengan pihak rekanan pelaksana proyek pembangunan hotmix jalan kabupaten yang hingga kini masih berada dalam masa pemeliharaan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pesbar, Ir. Ramadan Yusuf Afif, S.T., mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi dan pengawasan secara intensif terhadap kondisi ruas jalan itu. Pasalnya, meski pekerjaan fisik proyek telah selesai dan telah melalui proses serah terima pertama pekerjaan atau provisional hand over (PHO), tanggung jawab perbaikan atas kerusakan yang muncul masih sepenuhnya berada di tangan pihak rekanan.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan juga pengecekan, serta tetap melakukan pengawasan ke lapangan. Kerusakan yang terjadi saat ini masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan karena proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan,” katanya, Selasa, 3 Februari 2026.

Sebelumnya, kata dia, pada Senin sore, 2 Februari 2026, perwakilan pihak rekanan pengerjaan pembangunan hotmix ruas jalan Gedung Cahya Kuningan-Simpang Empat Ngambur telah berkoordinasi langsung dengan DPUPR Pesbar. Pertemuan itu secara khusus membahas rencana perbaikan terhadap sejumlah titik jalan yang telah mengalami kerusakan, berdasarkan hasil pengecekan lapangan yang dilakukan DPUPR Pesbar sebelumnya.

“Dalam koordinasi itu, pihak rekanan sudah menyampaikan kesiapan mereka untuk melakukan perbaikan kerusakan di sejumlah titik ruas jalan Gedung Cahya Kuningan-Simpang Empat Ngambur. Karena memang proyek ini masih dalam tahap pemeliharaan, maka menjadi kewajiban rekanan untuk memperbaikinya,” jelasnya.

Dari hasil rapat dan koordinasi tersebut, lanjutnya, pihak rekanan memastikan bahwa rencana penanganan kerusakan akan mulai dilaksanakan pada pekan depan. Pelaksanaan perbaikan akan menyesuaikan dengan jadwal produksi aspal di Asphalt Mixing Plant (AMP), sehingga mutu material yang digunakan tetap sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam kontrak.

“Pihak rekanan memastikan penanganan akan dimulai pekan depan, menyesuaikan dengan jadwal produksi aspal di AMP. Kami dari DPUPR akan melakukan pengawasan ketat agar metode perbaikan yang dilakukan benar-benar sesuai standar teknis dan tidak sekadar tambal sulam,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, jalan Gedung Cahya Kuningan-Simpang Empat Ngambur yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025 dengan nilai anggaran Rp3,4 miliar yang di kerjakan oleh CV. Putra Palapa yang beralamat di bandarlampung itu dilaporkan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik, meski baru sekitar dua bulan selesai dibangun dan dioperasikan.

Ketua Komisi II DPRD Pesbar, Elly Triskova, S.E., menilai kondisi tersebut sebagai persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele. Ia menyebut, kerusakan dini pada infrastruktur jalan mengindikasikan adanya masalah mendasar dalam proses pelaksanaan proyek, baik dari sisi teknis pekerjaan maupun pengawasan di lapangan.

“Tekanan waktu dalam penyelesaian proyek APBD Perubahan sering kali membuat tahapan krusial, seperti pemadatan tanah dasar dan pengujian material, tidak dilakukan secara optimal. Akibatnya, jalan terlihat selesai secara fisik, tetapi secara struktural rapuh,” kata Elly Triskova.

Komisi II DPRD Pesbar, kata dia, telah melakukan inspeksi mendadak pada Rabu, 28 Januari 2026, setelah menerima keluhan dari warga Pekon Gedung Cahya Kuningan. Hasil sidak tersebut mengonfirmasi adanya berbagai jenis kerusakan, mulai dari retakan aspal memanjang, retak buaya (alligator cracking), pengelupasan lapisan permukaan (stripping), hingga deformasi berupa gelombang dan alur pada badan jalan.

Menurut Elly, jenis kerusakan itu menunjukkan adanya penetrasi air hingga ke lapisan pondasi, yang mempercepat degradasi struktur perkerasan. Kondisi ini tidak hanya menurunkan kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintasi ruas jalan tersebut setiap hari.

“Jika umur rencana jalan yang baru belum genap dua bulan sudah rusak, ini bukan kesalahan kecil, melainkan kegagalan serius. Karena itu, perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan menyentuh aspek struktural, bukan hanya perbaikan permukaan,” tegasnya. (yayan/*) 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan