Serapan Pupuk Subsidi di Pesbar Capai 11 Persen
Pupuk Subsidi. Foto /Net--
PESISIR TENGAH – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mencatat serapan pupuk bersubsidi di Kabupaten setempat mulai menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir Januari 2026, realisasi penyerapan pupuk subsidi telah mencapai sekitar 11 persen dari total alokasi yang telah ditetapkan.
Kabid Prasarana Pertanian, Ade Kurniawan, S.P., mendampingi Kadis KPP Pesbar, Irvan Leonardo Abdullah, S.P., mengatakan, sejak awal Januari para petani di bumi para sai batin dan para lama itu sudah mulai melakukan penebusan pupuk bersubsidi, baik untuk jenis Urea maupun NPK.
“Serapan pupuk subsidi sudah mulai berjalan sejak awal Januari dan sejauh ini berlangsung cukup baik. Pupuk Urea dan NPK merupakan dua jenis pupuk yang sangat dibutuhkan petani untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya pada musim tanam yang sedang berlangsung,” kata dia.
Dijelaskannya, berdasarkan data yang dihimpun DKPP Pesbar, serapan pupuk Urea tercatat mencapai 536,14 ton dari total alokasi sebanyak 4.509 ton. Sementara itu, pupuk NPK telah terserap sebanyak 939,75 ton dari alokasi keseluruhan sebesar 9.120 ton. Capaian tersebut menunjukkan bahwa distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Pesisir Barat berjalan cukup efektif dan relatif tepat sasaran.
“Secara umum, realisasi serapan pupuk bersubsidi di Pesbar berjalan lancar. Kami berharap para petani dapat terus memaksimalkan serapan pupuk sesuai dengan kebutuhan lahan dan musim tanam, agar produktivitas pertanian tetap terjaga,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini di Kabupaten Pesisir Barat masih berlangsung musim tanam rendeng. Oleh karena itu, para petani diharapkan dapat melakukan proses penanaman secara menyeluruh. “Seiring dengan meningkatnya aktivitas tanam, kebutuhan terhadap pupuk bersubsidi diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan,” terangnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, DKPP Pesbar juga menegaskan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi, baik Urea maupun NPK, hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Stok pupuk di tingkat distributor dan kios resmi dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan petani sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk. Stok masih aman dan bisa diserap sesuai dengan alokasi yang ada,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak DKPP Pesbar juga mengingatkan seluruh kios dan pengecer resmi agar menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pupuk subsidi benar-benar dapat diakses oleh petani dengan harga terjangkau dan tidak memberatkan.
“Dengan pengawasan distribusi yang terus diperketat dan ketersediaan stok yang memadai, kami optimis program pupuk bersubsidi dapat terus mendukung sektor pertanian di Kabupaten Pesbar dan mendorong peningkatan hasil produksi pertanian,” pungkasnya. (yogi/*)