Bank Lampung Sumbang PAD Rp4 Miliar
kantor bank lampung--
BALIKBUKIT – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) terus menunjukkan tren positif dan berkontribusi signifikan terhadap keuangan daerah. Hingga Januari 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari laba penyertaan modal BUMD telah mencapai Rp4 miliar lebih, atau sekitar 71,42 persen dari target yang ditetapkan tahun ini.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lambar, Drs. Daman Nasir, M.P, Rabu (4/2). Menurutnya, realisasi PAD itu menjadi bukti nyata peran strategis BUMD dalam memperkuat struktur fiskal daerah.
“Realisasi PAD dari bagian laba atas penyertaan modal BUMD sebesar Rp4 miliar itu seluruhnya bersumber dari Bank Lampung,” ujar Daman.
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Lambar menargetkan PAD dari laba penyertaan modal BUMD sebesar Rp5,9 miliar lebih. Dari target tersebut, hingga awal tahun realisasi sudah mencapai lebih dari dua pertiga.
Target PAD dari sektor BUMD tersebut dialokasikan kepada tiga perusahaan daerah yang selama ini menjadi andalan pemerintah kabupaten, yakni Bank Lampung, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), dan Perumda Limau Kunci. Namun demikian, hingga Januari 2026, kontribusi PAD masih didominasi oleh Bank Lampung.
Daman menambahkan, pembagian laba BUMD dilakukan melalui mekanisme dividen yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) masing-masing perusahaan. Setelah disepakati bersama direksi dan pemegang saham, dana dividen tersebut langsung disetorkan ke kas daerah sebagai PAD.
Keberhasilan ini, lanjutnya, menegaskan konsistensi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mengoptimalkan peran BUMD sebagai sumber pendapatan daerah yang strategis dan berkelanjutan.
“Pada tahun sebelumnya, realisasi PAD dari laba BUMD juga mencapai 100 persen. Harapannya, ke depan BUMD tetap menjadi andalan dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah,” katanya.
Menurut Daman, capaian tersebut tidak terlepas dari pengelolaan BUMD yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan yang baik tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat optimistis penguatan BUMD akan terus mendorong peningkatan PAD, sekaligus menopang program pembangunan daerah yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (lusiana)