ARUS WISATA KIAN PADAT, Musrenbang Dorong Pelebaran Jalan Wisata Pasar Tematik
Pelaksanaan Musrenbang tingkat Kecamatan yang di ikuti Kecamatan Lumbokseminung menjadi ruang penting mengemukanya persoalan akses wisata pasar tematik--
LUMBOKSEMINUNG - Pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Lampung Barat Tahun Anggaran 2027 menjadi ruang penting mengemukanya persoalan akses wisata menuju Pasar Tematik Jelajah Danau Ranau yang selama ini dikenal sempit dan kerap memicu kemacetan.
Musrenbang yang dipimpin langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus secara virtual, Rabu (4/2/2026), menempatkan pelebaran badan jalan masuk kawasan wisata sebagai salah satu usulan prioritas dari wilayah Lumbok Seminung, seiring meningkatnya arus kunjungan wisata, terutama saat musim libur panjang dan Lebaran.
Camat Lumbok Seminung Ruspel Gultom, S.H, M.M, menyampaikan bahwa persoalan sempitnya akses jalan sudah menjadi keluhan rutin masyarakat dan pelaku wisata setiap tahun. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengganggu kenyamanan wisatawan yang datang menikmati kawasan Danau Ranau.
“Setiap momen libur besar, terutama Lebaran, kemacetan hampir selalu terjadi di pintu masuk Pasar Tematik Jelajah Danau Ranau. Badan jalan terlalu sempit untuk menampung arus kendaraan yang terus meningkat,” ujar Ruspel saat mengikuti Musrenbang.
Ia menegaskan pelebaran jalan menjadi kebutuhan mendesak agar potensi wisata unggulan Lampung Barat dapat berkembang maksimal tanpa terkendala infrastruktur dasar.
“Kita ingin wisata Danau Ranau tumbuh sehat. Kalau akses masuk saja macet bertahun-tahun, tentu ini menghambat kenyamanan pengunjung dan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Ruspel menjelaskan, untuk tahap awal sudah ada kesiapan dari Dinas PUPR Lampung Barat melakukan pembersihan serta penataan bahu jalan sebagai langkah awal penanganan. Sementara untuk pembangunan fisik berupa pengerasan hingga rabat beton direncanakan masuk program tahun anggaran 2027.
“Alhamdulillah PUPR sudah siap mulai dari penertiban bahu jalan dulu. Setelah itu baru kita dorong pengerasan dan pembangunan permanen di 2027 sesuai RKPD yang sedang disusun,” ucapnya.
Menurut Ruspel, langkah bertahap ini penting agar kemacetan tahunan yang selama ini terjadi bisa mulai dikurangi, khususnya menjelang arus wisata Lebaran 2026 yang diprediksi kembali meningkat.
“Kita tidak ingin setiap tahun hanya mengeluh macet tanpa solusi. Musrenbang ini menjadi momentum menyusun perencanaan yang benar-benar menyentuh kebutuhan lapangan,” tutupnya.(edi/lusiana)