Lambar Gelar Musrenbang Hybrid Perdana
BUPATI Parosil Mabsus dan Muspida Lambar stay di Pekon Karangagung Kecamtan waytenong agenda Musrenbang timgkat kecamatan pola zoom meeting. Foto Rinto --
WAYTENONG – Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mencatat sejarah baru dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Untuk pertama kalinya, Musrenbang digelar secara hybrid—menggabungkan pertemuan langsung dan daring—serentak di 14 kecamatan sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Pelaksanaan Musrenbang tersebut dipusatkan di masing-masing kecamatan dan dihubungkan melalui zoom meeting, dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Pola ini diterapkan sebagai strategi efisiensi anggaran dan waktu, tanpa menghilangkan substansi utama Musrenbang sebagai ruang penyerapan aspirasi masyarakat dari tingkat pekon hingga kecamatan.
Di Kecamatan Way Tenong, Musrenbang berlangsung lancar dan kondusif. Camat Way Tenong, Muhammad Ahnuh, menyebutkan antusiasme peserta cukup tinggi meski kegiatan dilaksanakan secara hybrid.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Way Tenong hari ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Peserta yang hadir sekitar 300 orang, terdiri dari unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta peserta Musrenbang tingkat kecamatan,” ujar Muhammad Ahnuh, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan juga diikuti secara daring oleh seluruh kecamatan di Lampung Barat serta sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Lambar.
“Dengan sistem hybrid ini, koordinasi lintas wilayah tetap bisa berjalan optimal meskipun Musrenbang dilaksanakan secara serentak,” tambahnya.
Musrenbang tingkat kecamatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang mengikuti kegiatan dari lokasi pusat pelaksanaan.
Dalam sambutannya, Parosil menegaskan bahwa Musrenbang merupakan tahapan strategis dan krusial dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Musrenbang ini adalah ruang penting untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah,” tegas Parosil.
Musrenbang Tahun 2026 ini mengusung tema “Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Hilirisasi Pertanian dan Inovasi Daerah Menuju Lampung Barat Berdaya Saing dan Sejahtera.” Tema tersebut menjadi landasan utama dalam merumuskan program pembangunan Lampung Barat ke depan.
Parosil menilai, pelaksanaan Musrenbang secara hybrid merupakan langkah adaptif pemerintah daerah dalam merespons perkembangan teknologi, sekaligus menjawab tuntutan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Pelaksanaan Musrenbang secara serentak dan daring ini bertujuan untuk efisiensi dan efektivitas, baik dari sisi anggaran maupun waktu. Namun saya tegaskan, ini tidak akan mengurangi tujuan dan hakikat Musrenbang di tingkat kecamatan,” katanya.
Ia menekankan, seluruh tahapan Musrenbang tetap harus mengacu pada ketentuan dan mekanisme yang berlaku, termasuk rekapitulasi usulan yang telah dihimpun sejak Musrenbang tingkat pekon.