Gerakan Kentongan Serentak Dilaunching
Ilustrasi kentongan--
WAYTENONG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam mewujudkan daerah tangguh bencana terus diperkuat. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dijadwalkan akan meluncurkan Gerakan Pembuatan Kentongan (Kukuhan) secara serentak di seluruh wilayah Lampung Barat pada Senin (9/2/2026) mendatang.
Gerakan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap komitmen Kabupaten Tangguh Bencana yang selama ini telah dituangkan dalam berbagai regulasi daerah, mulai dari Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Bupati (Perbup), Surat Keputusan (SK), hingga surat edaran yang mengatur penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Rencana launching itu disampaikan Parosil Mabsus saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027. Musrenbang tahun ini mengusung tema “Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Hilirisasi Pertanian dan Inovasi Daerah Menuju Lampung Barat Berdaya Saing dan Sejahtera.”
Dalam sambutannya, Parosil mengapresiasi partisipasi berbagai elemen masyarakat yang telah menunjukkan dukungan terhadap gerakan pembuatan kentongan, terutama dari kalangan sekolah, kantor dinas, serta instansi pemerintah.
“Saya mengapresiasi dukungan masyarakat, khususnya sekolah-sekolah dan kantor dinas serta instansi yang sudah ikut berpartisipasi dalam pembuatan kentongan. Ini bukti bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih sangat kuat di Lampung Barat,” ujar Parosil.
Menurutnya, kentongan bukan sekadar alat komunikasi tradisional, melainkan memiliki nilai strategis dalam sistem peringatan dini bencana, terutama bagi wilayah rawan seperti Lampung Barat.
“Kentongan adalah bagian dari kearifan lokal yang sudah lama hidup di tengah masyarakat kita. Tinggal bagaimana kita menghidupkan kembali dan memfungsikannya secara terstruktur sebagai alat mitigasi bencana,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat, Padang Prio Utomo, menjelaskan bahwa pada periode kedua kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus, komitmen terhadap penguatan Kabupaten Tangguh Bencana semakin dipertegas melalui gerakan yang bersifat masif dan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Di periode kedua ini, Pak Bupati mencetuskan gerakan yang sifatnya serentak dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dari situlah muncul gagasan membudayakan kembali kearifan lokal yang memang sudah menjadi identitas masyarakat Lampung Barat, yakni kentongan,” jelas Padang.
Ia menambahkan, gerakan pembuatan kentongan memiliki keunggulan karena tidak membebani anggaran daerah. Pasalnya, bahan baku kentongan mudah diperoleh dan tersedia melimpah di Lampung Barat.
“Gerakan ini tidak menyedot anggaran besar, karena sumber bahan bakunya tersedia melimpah di lingkungan masyarakat. Yang kita dorong adalah partisipasi dan kesadaran bersama,” ujarnya.
Padang juga menjelaskan bahwa pemanfaatan kentongan akan dikemas dalam program PM SIAGA (Program Mitigasi Masyarakat Siap dan Tanggap), yakni sistem peringatan dini bencana berbasis kearifan lokal.
“Kentongan akan difungsikan sebagai alat komunikasi tradisional dalam sistem peringatan dini. Ini kita padukan dengan tagline PM SIAGA, agar masyarakat benar-benar siap dan tanggap ketika terjadi potensi bencana,” terangnya.
Melalui gerakan tersebut, Pemkab Lampung Barat berharap kesadaran mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tumbuh menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.