Toprak Akui Perbedaan Drastis Superbike dan MotoGP Usai Tes Sepang
Toprak Akui Perbedaan Drastis Superbike dan MotoGP Usai Tes Sepang--
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO- Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mulai merasakan tantangan besar dalam proses adaptasinya di MotoGP 2026. Pada hari pertama tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, juara dunia Superbike tersebut menilai perbedaan karakter motor MotoGP dan Superbike sangat mencolok, terutama dari sisi posisi duduk dan pengereman.
Toprak membuka pramusim MotoGP 2026 dengan hasil yang belum memuaskan. Ia hampir menempati posisi paling belakang pada sesi gabungan pagi dan sore, Selasa (3/2/2026). Pembalap asal Turki itu berada di urutan ke-21, hanya unggul dari pembalap penguji Yamaha, Andrea Dovizioso, dengan catatan waktu terbaik 1 menit 58,887 detik.
Dalam sesi tersebut, Toprak masih berusaha menemukan kenyamanan terbaik saat menunggangi Yamaha YZR-M1. Salah satu perubahan yang ia coba adalah penggunaan bagian ekor belakang motor yang berbeda dari biasanya. Penyesuaian ini membuatnya merasa motor lebih stabil saat pengereman dan memberikan respons yang lebih baik ketika melambat.
Toprak juga menyoroti perbedaan besar antara Superbike dan MotoGP terkait penggunaan jok. Di Superbike, ia terbiasa memakai jok yang lebih rendah sehingga memberikan rasa percaya diri lebih tinggi. Sementara di MotoGP, posisi duduknya dibatasi oleh desain tangki bahan bakar, sehingga ruang untuk menurunkan jok menjadi sangat terbatas.
Situasi tersebut membuatnya harus berkompromi dengan aturan teknis, termasuk tidak bisa mengombinasikan posisi duduk tertentu dengan penggunaan sayap kursi. Meski begitu, ia sempat mencoba perangkat sayap suspensi di akhir sesi dan merasakan peningkatan signifikan pada stabilitas pengereman, terutama saat memasuki tikungan.
Menurut Toprak, komponen aerodinamika tersebut sangat membantu mengontrol motor ketika mengerem keras. Ia pun mempertimbangkan untuk terus menggunakannya pada sesi-sesi berikutnya demi meningkatkan performa.
Lebih jauh, Toprak menyadari bahwa gaya balapnya juga perlu disesuaikan. Jika di Superbike ia mengandalkan pengereman kuat lalu segera membuka gas, di MotoGP ia dituntut memiliki kecepatan menikung yang lebih tinggi agar bisa kompetitif.