Marc Marquez Tak Kejar Waktu, Fokus Aerodinamika Ducati GP26
Marc Marquez Kembali ke Lintasan dan Siap Hadapi MotoGP 2026--
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO- Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, menjalani hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang dengan pendekatan berbeda. Meski tidak mencatatkan waktu terbaik, Marquez menegaskan bahwa ia memiliki program khusus selama tiga hari pengujian dan lebih memprioritaskan pengembangan motor dibanding mengejar catatan waktu satu lap.
Pada sesi tes Rabu (4/2/2026), Marquez hanya menempati posisi ke-15 dengan waktu 1 menit 58,386 detik. Catatan tersebut lebih lambat sekitar 1,3 detik dibanding hari pertama, saat ia tampil sebagai pembalap tercepat. Penurunan performa ini bukan tanpa sebab, karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat mengganggu agenda pengujian.
Hujan yang turun pada siang hingga sore hari membuat Ducati harus menunda sejumlah uji coba penting, khususnya terkait aerodinamika. Marquez pun mengalihkan fokusnya untuk menyelesaikan pengujian tersebut pada sesi berikutnya, meski harus mengorbankan upaya mencetak waktu tercepat.
Perubahan besar pada fairing Desmosedici GP26 membuat aspek aerodinamika menjadi perhatian utama. Marquez memilih untuk menguji berbagai konfigurasi, termasuk memadukan komponen lama dan baru, demi menemukan keseimbangan terbaik tanpa terlalu memikirkan hasil klasemen tes.
Selain pengembangan motor, kondisi fisik juga menjadi perhatian Marquez. Setelah melalui masa pemulihan cedera bahu, ia memilih pendekatan yang lebih terkontrol. Latihan dilakukan dengan intensitas sedang, termasuk simulasi stint pendek yang terasa cukup menguras tenaga di lintasan Sepang.
Pada hari terakhir tes, Marquez berencana melakukan simulasi balapan apabila waktu memungkinkan. Latihan ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi ritme sekaligus membantu meningkatkan kebugaran fisiknya menjelang musim baru.
Meski masih dalam tahap awal, Marquez merasakan sinyal positif dari motor Ducati musim ini. Ia menilai GP26 memiliki potensi lebih baik dibanding versi sebelumnya, meski setiap peningkatan tetap membawa kompromi di area lain yang perlu disempurnakan secara bertahap.