Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Kemenag Konsolidasikan Kelembagaan

KANTOR Kemenag Pesbar menggelar kegiatan pembinaan dan penguatan kelembagaan. foto _ dok --

RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), terus memperkuat soliditas internal dan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan yang digelar di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Kamis 5 Februari 2026.

Kegiatan itu menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh elemen di bawah kepemimpinan Kepala Kantor Kemenag Pesbar yang baru, sekaligus meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam mendukung optimalisasi pelayanan pendidikan dan keagamaan di wilayah setempat. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Kantor Kemenag Pesbar Ahmad Khotob, S.Ag., M.M., bersama jajaran pejabat struktural, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Pesbar, kepala madrasah negeri maupun swasta, pimpinan pondok pesantren, serta para penyuluh agama Islam dan Hindu. 

Kegiatan diawali dengan laporan pembuka yang disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Pesbar, Hikmat Tutasry, S.Pd., yang secara khusus menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus harapan kepada Kepala Kantor Kemenag Pesisir Barat yang baru dilantik pada 28 Januari 2026 lalu. Dalam laporannya, ia juga menyampaikan pentingnya kepemimpinan yang solid dalam mendorong kemajuan kelembagaan, terutama dalam menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.

“Kehadiran Ahmad Khotob sebagai Kepala Kantor definitif diharapkan mampu membawa angin segar dan percepatan kemajuan bagi Kemenag Pesbar. Insya Allah, kita semua yang hadir pada kesempatan kali ini siap mendukung sepenuhnya kepemimpinannya,” katanya.

Khususnya, kata dia, dalam mengawal delapan program prioritas Kementerian Agama, serta berbagai kebijakan lainnya dalam upaya meningkatkan pelayanan pendidikan dan keagamaan di Kabupaten Pesbar. Ia juga memaparkan kondisi kelembagaan Kemenag Pesbar secara komprehensif, mulai dari jumlah aparatur sipil negara (ASN), tenaga pendidik, madrasah, pondok pesantren, peserta didik, hingga penyuluh lintas agama dan penghulu yang bertugas di berbagai kecamatan.

“Data itu menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan strategis serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara merata dan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan kabar baik terkait penguatan infrastruktur pelayanan publik, khususnya pada sektor pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan. Salah satunya yakni di tahun anggaran 2026 ini KUA Karya Penggawa dan Bangkunat akan mendapatkan gedung baru melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pembangunan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang administrasi keagamaan,” jelasnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Pesbar Ahmad Khotob menekankan pentingnya persatuan, kebersamaan, dan kerja sama tim dalam membangun organisasi yang kuat dan profesional. Ia menegaskan bahwa keberhasilan suatu instansi tidak hanya bergantung pada individu, melainkan pada sinergi seluruh unsur yang ada di dalamnya.

“Kita merupakan kolektif kolegial. Kita ini satu, saya berharap kita bangkit. Bersama kita bisa dan tumbuh bersama,” tegas Ahmad Khotob di hadapan seluruh peserta kegiatan.

Ia juga menyampaikan pesan strategis yang diterimanya dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, yang menekankan pentingnya pembenahan berbagai aspek kelembagaan secara kolektif dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah peningkatan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

“Pada tahun ini, sebanyak 13 madrasah swasta di Kabupaten Pesbar telah menerima bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk peningkatan kualitas fasilitas pendidikan. Bantuan tersebut diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar secara lebih optimal,” jelasnya.

Masih kata dia, Kemenag Pesbar juga sedang mengusulkan tambahan lima madrasah lagi agar dapat memperoleh bantuan serupa, sehingga pemerataan kualitas pendidikan dapat terwujud secara menyeluruh di wilayah ini. Tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan, ia juga memberikan perhatian khusus pada upaya pemberdayaan ekonomi umat melalui optimalisasi pemanfaatan wakaf. Ia meminta para Kepala KUA, penyuluh, dan penghulu untuk berperan aktif dalam mendorong pengelolaan wakaf secara produktif.

“Sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan ekonomi berbasis keagamaan,” paparnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan