Diskopdag Ingatkan Pedagang Tak Timbun Bahan Pokok
Kepala Bidang Perdagangan Diskopdag Pesbar, Panji Adha Santoso, S.Kom., M.M.,--
PESISIR TENGAH - Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopdag) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mengimbau para pedagang maupun pihak terkait lainnya agar tidak melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mendatang.
Kepala Bidang Perdagangan Diskopdag Pesbar, Panji Adha Santoso, S.Kom., M.M., mengatakan momentum Ramadan dan Idul Fitri selalu diikuti dengan lonjakan permintaan berbagai komoditas kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, daging, serta bahan pangan penting lainnya.
“Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai dan distribusi yang lancar,” katanya.
Dijelaskannya, salah satu faktor yang dapat memperparah kenaikan harga adalah praktik penimbunan bahan pokok oleh oknum tertentu, baik pedagang maupun pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Praktik tersebut dinilai dapat mengganggu keseimbangan pasar karena mengurangi ketersediaan barang di tingkat konsumen, sehingga memicu kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak wajar.
“Kami mengimbau kepada seluruh pedagang maupun pihak terkait lainnya untuk tidak melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok, baik menjelang Ramadan, selama Ramadan, maupun menjelang Idul Fitri,” jelasnya.
Dikatakannya, hal ini penting agar ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Diskopdag Pesbar secara rutin melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar, termasuk memonitor ketersediaan dan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional maupun jaringan distribusi lainnya.
“Pemantauan itu bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik serta mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak terkendali,” ujarnya.
Masih kata dia, peningkatan permintaan bahan pokok selama Ramadan merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun. Hal itu dipicu oleh meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, baik untuk kebutuhan sahur dan berbuka puasa maupun persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, diperlukan peran serta semua pihak untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.
“Sudah menjadi hal yang wajar bahwa selama Ramadan hingga Idul Fitri kebutuhan bahan pokok akan meningkat. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi menjaga stabilitas pasokan, sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang merugikan masyarakat,” pungkasnya. (yayan/*)