Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang di Sejumlah Titik, BPBD PESBAR SIAGA PENUH

POHON TUMBANG; BPBD catat sejumlah kejadian pohon tumbang dalam beberapa hari terakhir. Foto Dok --

PESISIR TENGAH – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah kejadian pohon tumbang di berbagai titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesbar mencatat, peristiwa tersebut terjadi terutama di dua ruas jalan nasional dan berdampak pada arus lalu lintas serta permukiman warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Pesbar, Roby Arfan, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dan angin kencang menjadi faktor utama tumbangnya sejumlah pohon, khususnya yang berada di tepi jalan nasional.

“Dalam beberapa hari terakhir, cuaca ekstrem masih sering terjadi di wilayah Pesbar. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang, terutama di ruas jalan nasional,” kata dia.

Dijelaskannya, berdasarkan data BPBD, pohon tumbang terjadi di ruas Jalan Liwa–Krui, tepatnya di Pekon Labuhan Mandi, Kecamatan Way Krui. Selain itu, kejadian serupa juga dilaporkan di ruas Jalan Lampung–Bengkulu, Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong.

“Di ruas Jalan Liwa–Krui, pohon tumbang terjadi di beberapa titik sejak Kamis, 26 Februari 2026 pukul 21.00 hingga Sabtu pagi, 28 Februari 2026 pukul 08.30. Titik terdampak mulai dari Pal 5, Pal 6, Pal 7 hingga Pal 8. Peristiwa di Pal 5 bahkan berdampak pada dua rumah warga yang mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon pada Kamis malam, beruntung tidak ada korban jiwa saat kejadian,” jelasnya.

Sementara itu, di ruas Jalan Lampung–Bengkulu, pohon tumbang menutup akses jalan di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) pada Sabtu, 28. Februari 2026 pukul 09.20 WIB. Kondisi tersebut sempat menyebabkan arus kendaraan tersendat sebelum akhirnya dilakukan pembersihan oleh petugas.

“Menerima laporan dari masyarakat, petugas Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD Pesbar langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang yang menutup badan jalan. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap guna memastikan arus lalu lintas dapat kembali normal dan aman dilalui kendaraan,” terangnya.

Roby Arfan menegaskan, pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil, salah satunya dengan menyiagakan petugas Satlak penanggulangan bencana.

“Setiap hari petugas Satlak BPBD selalu siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam, baik pohon tumbang, tanah longsor, maupun banjir. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan di lapangan,” ujarnya.

BPBD Pesbar juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan, terutama ketika hujan deras dan angin kencang terjadi. Pengendara diminta untuk mengurangi kecepatan, memperhatikan kondisi sekitar, serta tidak berteduh di bawah pohon besar yang berpotensi tumbang.

“Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan, BPBD Pesbar berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati serta segera melaporkan jika terjadi kejadian bencana agar dapat ditangani secepat mungkin,” pungkasnya. (yogi/*)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan