Usulkan 252 KPM PKH Pesbar Graduasi
Ketua Tim PKH Pesbar, Agus Riyanto, S.Kom.,-Foto Dok---
PESISIR TENGAH - Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mengusulkan 252 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk dilakukan graduasi atau penghentian bantuan sosial karena dinilai telah mengalami peningkatan kondisi ekonomi dan tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan. Usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia dan saat ini masih menunggu proses verifikasi serta persetujuan lebih lanjut.
Ketua Tim PKH Pesbar, Agus Riyanto, S.Kom., menjelaskan usulan graduasi itu merupakan hasil dari proses pendataan dan evaluasi lapangan yang dilakukan secara berkala oleh para pendamping PKH. Dalam proses tersebut, setiap KPM dievaluasi berdasarkan indikator kesejahteraan, seperti kondisi ekonomi keluarga, kepemilikan aset, serta kemampuan memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri tanpa ketergantungan pada bantuan sosial pemerintah.
“Sebanyak 252 KPM yang diusulkan graduasi itu merupakan hasil verifikasi faktual di lapangan, di mana mereka dinilai sudah tidak lagi layak menerima bantuan PKH karena kondisi ekonominya telah membaik,” katanya.
Dijelaskannya, ratusan KPM yang diusulkan itu tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Pesbar. Kecamatan Bangkunat menjadi wilayah dengan jumlah usulan graduasi terbanyak, yakni mencapai 50 KPM, disusul Kecamatan Karya Penggawa 32 KPM, Kecamatan Lemong 33 KPM, serta Kecamatan Pesisir Selatan dengan 38 KPM. Selanjutnya, Kecamatan Krui Selatan tercatat 22 KPM yang diusulkan.
“Kemudian, Kecamatan Pesisir Utara 21 KPM, Kecamatan Way Krui 18 KPM, Kecamatan Ngambur 12 KPM, Kecamatan Pesisir Tengah 10 KPM, serta Kecamatan Ngaras dan Pulau Pisang masing-masing delapan KPM,” jelasnya.
Menurut Agus, proses pengajuan graduasi itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan program bantuan sosial tepat sasaran, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa graduasi bukanlah bentuk penghentian bantuan secara sepihak, melainkan hasil dari penilaian objektif yang dilakukan secara berjenjang.
“Kami masih menunggu tindak lanjut dari Kemensos terkait jumlah KPM yang akan disetujui untuk graduasi berdasarkan usulan yang telah disampaikan tersebut,” katanya.
Dikatakannya bahwa program PKH di Pesbar kini masih menjangkau ribuan keluarga. Berdasarkan data terbaru, total KPM PKH di kabupaten tersebut mencapai 7.951 keluarga yang tersebar di 11 kecamatan. Kecamatan Bangkunat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak, yakni mencapai 1.957 KPM.
“Sementara itu, Kecamatan Pesisir Selatan berada di urutan kedua dengan 1.120 KPM, diikuti Kecamatan Ngambur sebanyak 861 KPM dan Kecamatan Lemong sebanyak 806 KPM,” jelasnya.
Selanjutnya, Kecamatan Karya Penggawa memiliki 626 KPM, Kecamatan Pesisir Tengah sebanyak 619 KPM, serta Kecamatan Krui Selatan dengan 515 KPM. Adapun Kecamatan Pesisir Utara tercatat sebanyak 493 KPM, Kecamatan Ngaras 479 KPM, Kecamatan Way Krui 354 KPM, dan Kecamatan Pulau Pisang sebanyak 121 KPM. Menurutnya, dinamika data penerima PKH terus mengalami perubahan seiring dengan proses pembaruan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan hasil verifikasi di lapangan. Karena itu, pihaknya secara rutin melakukan pemutakhiran data untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Graduasi ini menjadi indikator keberhasilan program PKH dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artinya, ketika KPM sudah mampu mandiri, maka bantuan dapat dialihkan kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan,” pungkasnya. (yayan/*)