AK.1 MASIH RENDAH, Lonjakan Diprediksi Pascalebaran

Kabid ketenagakerjaan DT2KP Pesisir Barat Joni Afrizal. Foto yayan--

PESISIR TENGAH - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, dan Perindustrian (DT2KP) mencatat jumlah pencari kerja yang membuat kartu tanda pencari kerja atau AK.1 masih relatif rendah pada awal tahun 2026. Hingga Januari 2026, jumlah pemohon AK.1 baru mencapai 14 orang, dengan komposisi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Kabid Ketenagakerjaan DT2KP Pesbar, Joni Afrizal, S.E., menjelaskan bahwa dari total itu, masing-masing terdiri dari tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, mayoritas pemohon merupakan lulusan SMA atau sederajat, yakni sebanyak 12 orang, sementara dua lainnya berasal dari jenjang diploma.

“Untuk Januari 2026, jumlah pencari kerja yang membuat AK.1 tercatat sebanyak 14 orang. Komposisinya seimbang antara laki-laki dan perempuan, dengan mayoritas lulusan SMA sederajat,” kata dia.

Meski demikian, pihaknya menyebutkan bahwa hingga awal Maret 2026, data terbaru masih dalam tahap perekapan sehingga belum dapat dipastikan perkembangan jumlah pencari kerja secara keseluruhan. Proses rekapitulasi tersebut dilakukan untuk memastikan validitas data yang masuk, sekaligus sebagai dasar dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan di daerah.

“Untuk data hingga awal Maret ini masih dalam proses perekapan, sehingga belum bisa disampaikan secara pasti jumlah terbarunya,” jelasnya.

Dijelaskannya, jumlah pencari kerja di Kabupaten Pesbar diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu ke depan, terutama setelah momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal tersebut merupakan fenomena yang hampir terjadi setiap tahun. Menurutnya, setelah Lebaran, banyak masyarakat yang mulai kembali aktif mencari pekerjaan, baik karena faktor kebutuhan ekonomi maupun lainnya, seperti keinginan merantau atau mencari pekerjaan yang lebih layak. Selain itu, peningkatan juga biasanya terjadi seiring dengan kelulusan siswa tingkat SMA maupun perguruan tinggi.

“Biasanya setelah Hari Raya Idul Fitri dan juga saat musim kelulusan sekolah, jumlah pencari kerja yang membuat AK.1 akan meningkat dibandingkan hari-hari biasa,” jelasnya.

Masih kata dia, kartu AK.1 masih menjadi salah satu dokumen penting yang dibutuhkan masyarakat, terutama bagi warga yang hendak melamar pekerjaan, baik di sektor formal maupun informal. Selain itu, dokumen tersebut juga kerap menjadi persyaratan dalam berbagai keperluan administratif lainnya.

“Rata-rata masyarakat yang membuat AK.1 ini untuk keperluan melamar pekerjaan, meskipun ada juga yang menggunakannya sebagai salah satu persyaratan administrasi lainnya,” katanya.

Menurut Joni, kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan lapangan pekerjaan di Kabupaten Pesbar masih cukup tinggi, meskipun jumlah pencari kerja yang tercatat secara administratif belum terlalu besar. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan pencari kerja, terutama melalui penyediaan informasi lowongan kerja serta pelatihan keterampilan. Pihak DT2KP Pesbar terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam hal penerbitan kartu AK.1 agar dapat dilakukan dengan cepat dan mudah.

“Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengakses peluang kerja yang tersedia, baik di dalam maupun di luar daerah,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan agar dapat bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Pendidikan dan pelatihan vokasi dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

“Pemerintah daerah tentu berupaya memberikan pelayanan terbaik, termasuk mempermudah proses pembuatan AK.1. Namun, kami juga berharap masyarakat dapat terus meningkatkan keterampilan agar memiliki daya saing yang lebih baik di dunia kerja,” pungkasnya. (yayan/*)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan