Dishub Perketat Pengamanan Jalur dan Siagakan Posko 24 Jam
Arus Mudik Idul Fitri 2026. Foto Ilustrasi--
BALIKBUKIT – Menghadapi potensi lonjakan arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Barat menyatakan kesiapan penuh. Sejumlah langkah strategis disiapkan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik yang melintasi wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Barat, Wahyudi Heru Iskandar, didampingi Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Sukardi, mengatakan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran. Sementara arus balik diprediksi memuncak pada H+3 hingga H+5.
“Pada periode itu volume kendaraan dipastikan meningkat signifikan, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Lampung Barat merupakan jalur penghubung antarwilayah sekaligus daerah tujuan wisata, sehingga perlu antisipasi maksimal,” ujar Heru.
Sejumlah titik menjadi fokus pengawasan, di antaranya kawasan Pasar Liwa, jalur menuju objek wisata, lokasi kegiatan adat seperti Sakura, serta simpul pertemuan arus kendaraan antar kecamatan. Kawasan pusat kota Liwa diprediksi menjadi salah satu titik dengan kepadatan tertinggi.
Dishub telah melakukan pemetaan lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, personel disiagakan di titik-titik strategis bersama unsur kepolisian, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya.
“Rekayasa lalu lintas akan kami terapkan secara situasional jika terjadi kepadatan. Rambu sementara dan spanduk imbauan keselamatan juga telah kami pasang untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan,” jelasnya.
Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026. Dishub bersinergi dengan Polres Lampung Barat, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta unsur TNI untuk menjamin pengamanan terpadu selama periode Lebaran.
Selain pengaturan arus, pengawasan parkir liar turut diperketat. Parkir sembarangan dinilai kerap menjadi pemicu kemacetan, terutama di pusat aktivitas masyarakat.
Dari sisi keselamatan angkutan umum, Dishub telah melakukan ramp check terhadap kendaraan yang akan beroperasi. Pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi, sistem pengereman, kondisi ban dan lampu, hingga peralatan keselamatan.
“Kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan teknis tidak kami izinkan beroperasi sebelum dilakukan perbaikan. Ini demi keselamatan penumpang,” tegas Heru.
Pengawasan tarif angkutan umum juga menjadi perhatian. Dishub memastikan tidak ada kenaikan tarif yang tidak wajar selama musim mudik. Koordinasi dengan pengusaha dan pengemudi terus dilakukan agar pelayanan transportasi tetap tertib dan sesuai ketentuan.
Untuk mendukung pelayanan, Dishub menyiapkan empat posko pengamanan dan pelayanan terpadu di Tugu Liwa, Sukau, Sumberjaya, dan Sekincau. Posko tersebut terintegrasi dengan unsur TNI, Polri, dan instansi lainnya serta beroperasi selama 24 jam secara bergiliran.
“Posko ini menjadi pusat informasi, layanan pengaduan, serta pemantauan arus lalu lintas secara real time. Kami ingin memastikan pemudik merasa aman dan terbantu selama perjalanan,” katanya.
Dishub mengimbau masyarakat agar memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum berangkat, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.