Lumbokseminung–Sumberjaya Paling Minim Anggaran Fisik 2026
Plt Kepala Bappeda Lampung Barat Eric Enrico--
BALIKBUKIT – Dua kecamatan di Kabupaten Lampung Barat tercatat menjadi wilayah dengan alokasi anggaran kegiatan fisik paling kecil pada tahun 2026. Kecamatan Lumbokseminung dan Kecamatan Sumberjaya menerima pagu yang jauh lebih rendah dibandingkan 13 kecamatan lainnya.
Berdasarkan data perencanaan tahun berjalan, Kecamatan Lumbokseminung hanya memperoleh anggaran sekitar Rp142 juta. Sementara Kecamatan Sumberjaya menerima Rp286 juta. Jumlah tersebut menjadi yang terendah untuk kategori kegiatan fisik tingkat kecamatan di Kabupaten Lampung Barat tahun ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Barat, Eric Enrico, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan, secara umum anggaran kegiatan fisik tahun 2026 memang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Eric, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi faktor utama berkurangnya pagu kegiatan fisik di hampir seluruh kecamatan. Dampaknya, pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian skala prioritas dan pelaksanaan pembangunan secara bertahap.
“Secara keseluruhan anggaran fisik tahun ini memang turun. Hal itu tidak terlepas dari keterbatasan fiskal daerah serta berkurangnya transfer dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, penurunan dana transfer pusat sangat memengaruhi ruang gerak pembangunan infrastruktur di daerah. Akibatnya, sejumlah program fisik yang sebelumnya direncanakan harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Untuk Kecamatan Lumbokseminung, alokasi Rp142 juta difokuskan pada kegiatan peningkatan Jalan Lingkungan SMAN Lumbok Seminung. Sementara di Kecamatan Sumberjaya, anggaran Rp286 juta diarahkan untuk peningkatan jalan BBI–Talang Ogan Pekon Way Petai.
Eric menegaskan, meski anggaran terbatas, pemerintah daerah tetap berupaya agar pembangunan infrastruktur dasar tetap berjalan. Skema pelaksanaan dilakukan secara bertahap agar pemerataan pembangunan tetap bisa diwujudkan.
“Kegiatan fisik tetap kita laksanakan sesuai prioritas. Karena anggaran terbatas, maka pelaksanaannya dilakukan bertahap. Harapannya tetap bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dengan kondisi fiskal yang belum sepenuhnya pulih, Pemkab Lampung Barat berharap dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan tetap berjalan optimal. Pemerintah daerah pun terus berupaya mencari peluang pendanaan lain guna memperkuat sektor infrastruktur di tahun-tahun mendatang.
Meski menerima alokasi paling kecil tahun ini, Lumbokseminung dan Sumberjaya tetap menjadi bagian dari prioritas pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Lampung Barat.(lusiana)