Realisasi Tanam Rendeng Lampaui Luas Lahan Baku
TANAM; Ribuan hektar sawah ditanam petani selama musim tanam rendeng. Foto Dok--
PESISIR TENGAH – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), mencatat capaian positif pada musim tanam rendeng periode Oktober 2025 hingga Maret 2026. Berdasarkan data sementara, total luasan areal persawahan yang telah ditanami petani mencapai 8.856 hektar, melampaui luas lahan baku sawah yang tercatat sebesar 7.966 hektar.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Muchtar Husin, S.P., mendampingi Kepala DKPP Pesbar Irvan Leonardo Abdullah, S.P., mengatakan, berdasarkan hasil pendataan di lapangan, luasan tanam padi sawah pada musim rendeng tergolong tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
“Melihat luas lahan baku sawah yang ada sekarang ini, realisasi tanam rendeng sudah melampui luasan yang ada itu artinya ada petani yang telah melakukan dua kali tanam,” kata dia
Dijelaskannya, terdapat sejumlah faktor yang mendukung meningkatnya luasan tanam pada musim ini. Salah satu faktor utama adalah kecukupan pasokan air selama musim rendeng berlangsung. Kondisi cuaca yang relatif stabil dan distribusi air irigasi yang memadai membuat petani lebih percaya diri untuk menggarap lahan secara maksimal.
“Musim tanam rendeng tahun ini didukung oleh ketersediaan air yang cukup baik. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keputusan petani untuk segera melakukan olah lahan dan penanaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, musim tanam rendeng masih akan berlangsung hingga akhir bulan ini. Artinya, masih terdapat kesempatan bagi petani yang belum menanam untuk segera memanfaatkan sisa waktu yang ada. DKPP Pesbar pun terus mendorong para petani agar memaksimalkan potensi lahan yang tersedia.
Lebih lanjut dijelaskan, capaian luasan tanam yang melebihi luas lahan baku dimungkinkan karena adanya intensifikasi pertanian, termasuk pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak tergarap secara optimal serta pola tanam yang lebih terencana. Selain itu, dukungan penyuluh pertanian di lapangan juga dinilai berperan penting dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani.
Pemerintah daerah berharap, tingginya luasan tanam pada musim rendeng ini akan berdampak langsung pada peningkatan produksi gabah saat masa panen tiba. Dengan demikian, ketersediaan beras di tengah masyarakat dapat terjaga, sekaligus mendukung stabilitas ketahanan pangan daerah.
“Harapan kami, seluruh petani di Pesisir Barat dapat memaksimalkan proses tanam selama musim rendeng ini. Jika luasan panen meningkat, tentu produksi beras juga akan bertambah dan berdampak positif terhadap ketersediaan pangan,” tegasnya.
DKPP Pesbar juga mengimbau petani untuk tetap memperhatikan pola tanam, penggunaan benih unggul, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman guna memastikan hasil panen yang optimal. Koordinasi dengan penyuluh pertanian dan kelompok tani terus diperkuat agar setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani.
Dengan capaian sementara yang cukup menggembirakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat optimistis sektor pertanian, khususnya tanaman pangan padi, tetap menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat serta penopang utama ketahanan pangan di daerah.(yogi/*)