Pipa Transmisi Perumda Limau Kunci Kembali Bocor
RUSAK LAGI_ Pipa transmisi utama HDPE Perumda Limau kunci kembali mengalami kebocoran di area AEKI Pekon Hanakau, Sukau setelah sebelumnya selesai diperbaiki.--
SUKAU - Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah pelayanan Perumda Limau Kunci belum berakhir. Pipa transmisi utama berdiameter HDPE 250 mm kembali mengalami kebocoran di area AEKI Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau setelah sebelumnya dua titik kerusakan pada jalur yang sama selesai diperbaiki dan sempat dilakukan uji alir.
Kondisi tersebut membuat pasokan air ke pelanggan di Cabang Liwa dan sebagian wilayah Sukau 2 kembali terhenti.
Kepala Bagian Teknik Perumda Limau Kunci, Indra Gunawan, menjelaskan kerusakan baru ini ditemukan pada jalur induk setelah tekanan air dinaikkan saat tahap pengetesan.
“Betul, pipa transmisi HDPE 250 mengalami kebocoran lagi. Titiknya berbeda, tetapi masih satu jalur dengan kerusakan sebelumnya. Saat ini aliran ke pelanggan kembali terganggu,” ujar Indra.
Kebocoran pertama terjadi pada 21 Oktober 2025 di dua titik berbeda pada jalur transmisi menuju Cabang Liwa. Perbaikan dilakukan bertahap dan rampung pada 27 Oktober 2025.
Namun, sehari setelah pipa diuji alir, kerusakan baru kembali muncul. Akibatnya, kebijakan penghentian sementara distribusi air yang sedianya berakhir, harus diperpanjang tanpa batas waktu.
“Faktor teknis utama yang menghambat perbaikan adalah keterbatasan material spare part khusus, terutama baut ukuran 28 yang tidak tersedia di sekitar wilayah Lampung Barat,” jelas Indra.
Warga di wilayah Balikbukit, Liwa, Sukau 2, Way Mengaku, hingga Sebarus mengeluhkan suplai air yang mati total. Banyak rumah tangga terpaksa mengambil air dari sumur tetangga, sumber mata air, hingga memesan air jerigen.
Beberapa rumah ibadah dan fasilitas umum seperti sekolah dan klinik kecil juga terdampak. “Sudah hampir seminggu kami ngambil air ke sumber mata air pakai jerigen. Harus antre,” ujar salah satu warga Liwa.
PDAM Limau Kunci saat ini sedang melakukan perbaikan lanjutan dengan prioritas memulihkan aliran rumah tangga secara bertahap.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Tim lapangan terus bekerja. Jika material sudah terpenuhi dan kondisi pipa stabil, aliran akan dikembalikan secara bertahap,” ungkap Indra. (edi/lusiana)