KUR Lampung Barat Tembus Rp163 Miliar
Kabag Perekonomian Setdakab Lampung Barat Rudi Rahmadian. - Foto Lusiana--
BALIKBUKIT - Semangat wirausaha di Kabupaten Lampung Barat terus menunjukkan geliat positif. Hal ini tercermin dari tingginya minat masyarakat terhadap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digulirkan pemerintah.
Hingga akhir triwulan III tahun 2025, total penyaluran KUR di Lampung Barat telah menembus Rp163 miliar lebih, disalurkan kepada 3.805 debitur dari berbagai sektor usaha produktif.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Lampung Barat, Rudi Rahmadian, S.Sos., M.Si., mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan sektor UMKM di daerah berjuluk Beguai Jejama itu.
“Tahun ini target penyaluran KUR di Lampung Barat sebesar Rp360 miliar, dan hingga triwulan III sudah tersalur Rp163 miliar. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan dan antusiasme pelaku usaha terhadap program pemerintah,” ujar Rudi, Rabu (29/10/2025).
Dari total penyaluran tersebut, Bank BRI menjadi penyalur terbesar dengan total Rp124 miliar lebih, terdiri dari BRI Mikro Rp94 miliar kepada 3.247 debitur, dan BRI SME Rp30 miliar kepada 113 debitur.
Disusul oleh Bank Mandiri Rp21 miliar lebih kepada 179 debitur, Bank Lampung Rp14 miliar lebih kepada 258 debitur, dan Bank BNI Rp1,5 miliar lebih kepada 8 debitur.
Rudi menjelaskan, keberhasilan program KUR tak lepas dari peran aktif bank penyalur, serta sistem pendataan dan validasi yang semakin baik. “Kami dorong seluruh bank penyalur untuk lebih cepat dan responsif dalam proses pencairan. Sinkronisasi data calon debitur juga harus terus ditingkatkan agar akses permodalan tidak terhambat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran operator Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) di Bagian Perekonomian serta Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan dalam melakukan input dan pembaruan data secara berkala.
“Validasi dan pemutakhiran data debitur KUR menjadi kunci agar penyaluran berjalan tepat sasaran. Kami ingin tidak ada pelaku usaha yang layak tapi tertunda hanya karena kendala administrasi,” tegas Rudi.
Program KUR, lanjutnya, terbukti menjadi instrumen andalan dalam mendorong ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM yang merupakan tulang punggung ekonomi rakyat.
“KUR bukan hanya soal angka, tapi tentang bagaimana kita membantu masyarakat untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Dengan sisa waktu dua bulan hingga akhir tahun 2025, masih terbuka peluang besar untuk mencapai bahkan melampaui target Rp360 miliar.
Pemerintah daerah bersama perbankan optimistis, dengan sinergi yang solid, program KUR akan terus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat Lampung Barat.