Israel Kerahkan Iron Beam, Sistem Laser Pertahanan Udara Berteknologi Tinggi

Iron Beam--

 

RADARLAMBARBACAKORAN.CO- Kementerian Pertahanan Israel secara resmi mengerahkan sistem laser pertahanan udara Iron Beam untuk memperkuat Angkatan Udara Israel. Sistem ini diumumkan telah mencapai kematangan operasional penuh dan siap digunakan untuk mencegat berbagai ancaman udara, mulai dari roket hingga misil.

Iron Beam dikembangkan selama lebih dari satu dekade oleh Departemen Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Israel bekerja sama dengan perusahaan kontraktor pertahanan Rafael. Penyerahan sistem tersebut dilakukan melalui seremoni resmi, menandai babak baru dalam teknologi pertahanan Israel berbasis laser berkekuatan tinggi.

Pemerintah Israel menilai pengerahan Iron Beam sebagai pesan strategis kepada pihak-pihak yang dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional. Sistem ini diklaim mampu melakukan pencegatan secara efektif dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan rudal pencegat konvensional, karena hanya mengandalkan energi laser.

Iron Beam menjadi tonggak penting bagi industri pertahanan Israel. Dengan sistem ini, Israel disebut sebagai negara pertama di dunia yang mengoperasikan teknologi laser untuk mencegat ancaman udara secara operasional. Kehadiran Iron Beam juga menempatkan Israel di garis depan pengembangan sistem pertahanan generasi baru.

Dalam konsep pertahanan berlapis, Iron Beam tidak berdiri sendiri. Sistem ini akan melengkapi jaringan pertahanan udara Israel yang telah ada, seperti Iron Dome untuk ancaman jarak pendek, David’s Sling untuk ancaman menengah, serta sistem Arrow hasil kerja sama Israel dan Amerika Serikat untuk menghadapi misil balistik.

 

Percepatan pengerahan Iron Beam juga dipengaruhi oleh pengalaman konflik terbaru. Dalam perang selama 12 hari melawan Iran pada Juni lalu, sistem pertahanan udara Israel tidak sepenuhnya mampu mencegat seluruh proyektil yang ditembakkan. Lebih dari 50 misil dilaporkan berhasil menghantam wilayah Israel dan menewaskan puluhan orang, sehingga mendorong penguatan sistem pertahanan dengan teknologi baru berbasis laser.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan