Terobosan Ilmuwan: Usia Fosil Kini Bisa Ditentukan Langsung dari Telur Dinosaurus
Terobosan Ilmuwan: Usia Fosil Kini Bisa Ditentukan Langsung dari Telur Dinosaurus--
RADARLAMBARBACAKORAN.CO- Menentukan usia fosil selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia paleontologi. Selama puluhan tahun, para ilmuwan terpaksa mengandalkan material pendukung di sekitar fosil, seperti lapisan abu vulkanik, untuk memperkirakan kapan makhluk purba tersebut hidup. Ketika material pendukung itu tidak ditemukan, penentuan usia fosil pun kerap menemui jalan buntu.
Kondisi tersebut kini mulai teratasi setelah tim geolog dan paleontolog internasional mengembangkan teknik baru yang memungkinkan penentuan usia batuan pembawa fosil secara langsung. Metode ini memanfaatkan analisis kulit telur dinosaurus, yang terbukti mampu menyimpan informasi waktu secara alami dan akurat.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Earth & Environment itu berfokus pada mineral kalsit yang terdapat pada kulit telur dinosaurus. Dengan menggunakan teknik penanggalan uranium-timbal tingkat lanjut, para peneliti mengukur unsur radioaktif mikroskopis yang terperangkap di dalam struktur kalsit tersebut. Unsur-unsur ini meluruh dengan laju yang tetap, sehingga berfungsi layaknya jam alami yang merekam waktu sejak telur dinosaurus terkubur jutaan tahun lalu.
Metode ini dinilai lebih stabil dibandingkan penanggalan langsung pada tulang atau gigi fosil yang selama ini sering menghasilkan data tidak konsisten. Kulit telur dinosaurus justru menunjukkan ketahanan kimia yang lebih baik, sehingga memberikan hasil pengukuran usia yang lebih dapat diandalkan, terutama di lokasi fosil yang tidak memiliki lapisan vulkanik.
Uji coba teknik ini telah dilakukan pada fosil telur dinosaurus yang ditemukan di Utah, Amerika Serikat, serta di Gurun Gobi, Mongolia. Hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi dengan margin kesalahan sekitar lima persen jika dibandingkan metode konvensional. Di Mongolia, penelitian ini bahkan berhasil menetapkan usia langsung untuk pertama kalinya pada situs sarang dinosaurus terkenal, yang diperkirakan berusia sekitar 75 juta tahun.
Keberhasilan tersebut membuka peluang baru bagi para ilmuwan untuk memahami lebih dalam proses evolusi dinosaurus dan interaksinya dengan lingkungan purba. Dengan penentuan usia yang lebih presisi, rekonstruksi sejarah ekosistem masa lalu dapat dilakukan secara lebih akurat.
Penemuan ini disebut sebagai tonggak penting yang berpotensi mengubah cara kerja paleontologi modern. Kemampuan membaca usia langsung dari fosil memungkinkan banyak misteri evolusi dinosaurus yang sebelumnya sulit dipecahkan kini mulai terungkap. Studi ini juga menegaskan semakin eratnya hubungan antara ilmu kebumian dan biologi dalam mengungkap sejarah panjang kehidupan di planet Bumi.