PAD Lampung Barat Tembus Rp100 Miliar
Kepala Bapenda Lampung Barat Drs. Daman Nasir. M.P - Foto Lusiana--
BALIKBUKIT – Kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat patut diapresiasi. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2025 tercatat melampaui target yang ditetapkan dalam APBD. Hingga 31 Desember 2025, realisasi PAD berhasil menembus angka Rp100 miliar lebih atau mencapai 111 persen dari target sebesar Rp90 miliar lebih.
Capaian tersebut menunjukkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah sekaligus menjadi indikator positif bagi kemandirian fiskal Lampung Barat. Data itu dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lampung Barat berdasarkan hasil rekapitulasi akhir tahun.
Kepala Bapenda Lampung Barat, Drs. Daman Nasir, M.P., menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan melampaui target PAD merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas sektor.
“Pendapatan Asli Daerah tahun 2025 hingga akhir tahun sudah over target. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan patut kita syukuri bersama,” ujar Daman Nasir, Selasa (6/1/2025).
Ia menjelaskan, sumber PAD Lampung Barat berasal dari beberapa sektor utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah. Seluruh komponen tersebut menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2025.
Secara rinci, realisasi pajak daerah dari target Rp34 miliar lebih berhasil tercapai sebesar Rp36 miliar lebih atau 104,89 persen. Sementara itu, sektor retribusi daerah juga mencatatkan hasil menggembirakan dengan realisasi Rp46 miliar lebih dari target Rp43 miliar lebih atau setara 106,58 persen.
Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi tepat sesuai target, yakni Rp3,2 miliar lebih atau 100 persen. Sementara sektor lain-lain PAD yang sah justru mencatat lonjakan signifikan. Dari target Rp9,2 miliar lebih, realisasinya mencapai Rp14,7 miliar lebih atau setara 159,25 persen.
Menurut Daman Nasir, capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif dan komitmen sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menggali potensi pendapatan daerah. Optimalisasi pelayanan, peningkatan kesadaran wajib pajak, serta pengawasan yang lebih ketat menjadi faktor pendukung utama.
“Terealisasinya target PAD ini berkat kerja keras seluruh OPD terkait. Ke depan, pengelolaan PAD akan terus kami tingkatkan agar kontribusinya terhadap pembangunan daerah semakin maksimal,” tegasnya.
Ia pun berharap tren positif tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun anggaran 2026. Dengan pengelolaan yang lebih optimal dan inovatif, PAD Lampung Barat diyakini mampu kembali mencapai target yang telah ditetapkan.
“Mudah-mudahan PAD tahun 2026 juga bisa terealisasi dengan baik seperti tahun lalu, bahkan lebih meningkat,” pungkasnya.(lusiana)