Puluhan Anak Usia Dini Belajar Tanggap Api
CAMAT Waytenong Ahmad Ahnuh ikut berpartisipasi simulasi pemadaman api oleh siswa didik tingkat RA di UPT Damkar setempat. Foto dok--
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO — Suasana halaman Kantor Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, mendadak tampak riuh, Kamis (15/1/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
Puluhan anak usia dini bersama para guru, warga sekitar, serta jajaran Kecamatan Way Tenong tampak bahu-membahu memadamkan kobaran api yang muncul di halaman kantor kecamatan.
Aksi tersebut dipimpin langsung Camat Way Tenong, Ahmad Ah Nuh, STMT, dan melibatkan petugas UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Way Tenong. Sekilas, peristiwa itu terlihat seperti kejadian kebakaran sungguhan.
Namun setelah diamati lebih dekat, kegiatan tersebut merupakan simulasi pemadaman kebakaran yang dikemas sebagai edukasi pengenalan profesi dan peralatan Damkar bagi anak-anak usia dini.
Berdasarkan pantauan media ini di lokasi, simulasi diawali dengan munculnya api kecil yang diduga berasal dari pembakaran sampah di halaman kantor kecamatan.
Anak-anak, guru, dan warga yang telah dibekali arahan kemudian mengikuti instruksi petugas Damkar untuk melakukan pemadaman api ringan secara bergantian.
Dengan penuh antusias, anak-anak mencoba menyemprotkan alat pemadam api ringan (APAR) ke sumber api, didampingi petugas Damkar dan guru. Tak butuh waktu lama, api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan kerusakan ataupun kepanikan.
Camat Way Tenong, Ahmad Ah Nuh, mengaku sengaja terlibat langsung dalam simulasi tersebut untuk memberikan semangat dan rasa aman kepada anak-anak. Ia menilai edukasi kebencanaan sejak usia dini sangat penting sebagai bekal dasar menghadapi situasi darurat.
“Ini bukan sekadar simulasi, tapi pembelajaran penting bagi anak-anak. Kami ingin menanamkan sejak dini bahwa kebakaran bisa dicegah dan ditangani dengan cara yang benar, tentu sesuai usia mereka,” ujar Ahmad Ah Nuh di sela kegiatan.
Ia juga mengapresiasi peran UPT Damkar Way Tenong yang secara rutin memberikan edukasi langsung ke masyarakat, termasuk ke lingkungan pendidikan anak usia dini.
“Anak-anak terlihat ceria dan tidak takut. Justru mereka senang bisa mengenal mobil damkar, selang air, dan alat pemadam. Ini pengalaman berharga bagi mereka,” tambahnya.
Kegiatan simulasi dan edukasi tersebut diikuti oleh siswa-siswi RA Al Amin Kelurahan Pajarbulan, RA Al Karangagung, serta RA Miftahul Huda Tambakjaya.
Selain anak-anak dan guru, para wali murid juga turut menyaksikan langsung rangkaian kegiatan tersebut.
Komandan Regu UPT Damkar Way Tenong, Irawan Efendi, SE, menjelaskan bahwa sosialisasi dan edukasi pengenalan peralatan Damkar merupakan agenda rutin pihaknya, terutama menyasar siswa tingkat TK dan sederajat.