SMPN 3 Krui akan Kembali Diaktifkan
Disdikbud Pesisir Barat akan kembali mengaktifkan SMPN 3 Krui yang sebelumnya sempat di merger. foto dok--
PESISIR TENGAH - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan pada tahun anggaran 2026 berencana kembali mengaktifan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Krui, Kecamatan Pesisir Tengah. Sekolah yang sebelumnya sempat di-merger dengan SMP Negeri 1 Krui itu akan kembali berdiri sebagai satuan pendidikan mandiri dan mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
Kepastian itu disampaikan Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas), PAUD, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Disdikbud Pesbar, Hadianca, S.E., mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Pesbar, Marnentinus, S.IP. Bahkan dia menjelaskan secara prinsip seluruh proses administrasi terkait pemecahan satuan pendidikan telah diselesaikan, sehingga kini pihaknya hanya tinggal menunggu terbitnya surat keputusan (SK) Bupati Pesisir Barat.
“Pada tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Negeri 3 Krui yang sebelumnya di-merger dengan SMP Negeri 1 Krui akan kembali diaktifkan. Artinya, satu satuan pendidikan yang semula digabung akan dipecah kembali menjadi dua, yakni SMP Negeri 1 Krui dan SMP Negeri 3 Krui,” kata dia, Rabu, 21 Januari 2026.
Dijelaskannya, seluruh dokumen administrasi serta sistem pada satuan pendidikan telah dirampungkan oleh Disdikbud. Dengan demikian, setelah SK Bupati Pesbar tentang pemecahan SMP tersebut resmi diterbitkan, tahapan lanjutan akan langsung dilaksanakan tanpa kendala berarti.
“Untuk semua proses administrasi dan juga sistem di satuan pendidikan itu semuanya sudah selesai dan tinggal menunggu SK Bupati Pesbar tentang pemecahan sekolah menengah pertama pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Barat,” jelasnya.
Dikatakannya, setelah SK terbit, pihaknya segera menyiapkan berbagai kebutuhan operasional sekolah. Mulai dari penunjukan pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah, penyusunan dan penempatan sumber daya manusia, baik guru dan tenaga kependidikan hingga persiapan sarana dan prasarana pendukung lainnya agar proses pembelajaran bisa berjalan optimal sejak awal tahun ajaran.
Menurut dia, kebutuhan sumber daya manusia di SMP Negeri 3 Krui diperkirakan mencapai sekitar 20 orang, termasuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga tata usaha, serta penjaga sekolah. Selain itu, dalam tahap awal pengaktifan kembali sekolah tersebut juga disiapkan tiga ruang kelas belajar.
“Untuk kapasitas ruang kelas belajar tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni maksimal 32 siswa per kelas. Dengan demikian, secara daya tampung masih cukup memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.
Dijelaskannya, operasional SMP Negeri 3 Krui akan dimulai dari awal, khususnya dalam hal penerimaan peserta didik. Sekolah itu akan membuka pendaftaran peserta didik baru untuk kelas VII melalui Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
“Karena itu nanti di SMP Negeri 3 Krui akan dimulai dari nol, artinya mulai dari seleksi penerimaan murid baru untuk kelas VII,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa sekolah tetap membuka peluang bagi siswa pindahan dari sekolah lain, termasuk untuk jenjang kelas VIII dan IX. Hal tersebut dilakukan agar keberadaan SMP Negeri 3 Krui benar-benar dapat menjadi alternatif layanan pendidikan bagi masyarakat di wilayah setempat.
“Kalau nanti ada siswa pindahan dari sekolah lain, misalnya siswa kelas VIII dan IX, itu tetap akan kami siapkan dan tidak ada kendala,” ucapnya.
Masih kata dia, Disdikbud Pesbar juga mengharapkan dukungan masyarakat dalam menyukseskan pengaktifan kembali SMP Negeri 3 Krui. Masyarakat, khususnya yang berada di Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah, dapat berperan aktif dengan menyekolahkan anak-anak mereka di SMP tersebut.
“Dalam SPMB tahun ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 3 Krui itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat, terutama yang ada di Pekon Rawas. Terlebih di wilayah itu hanya terdapat satu sekolah dasar, yakni SD Negeri 10 Krui, yang akan menjadi tonggak utama penerimaan siswa baru di SMP Negeri 3 Krui,” ujarnya.