DPUPR Lambar Jelaskan Progres Pembangunan Jalan Pasar Senin

Badan jalan ruas SMAN 1 Waytenong - Pasar Senin Pajarbulan yang sudah di tutup sirtu. Foto Rinto--

RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Lampung Barat memberikan penjelasan terkait progres penanganan dan rencana pembangunan ruas jalan jalur Pasar Senin–SMA Negeri 1 Waytenong. Saat ini, penanganan sementara telah dilakukan dengan penimbunan badan jalan menggunakan material pasir dan batu (sirtu) guna meminimalisir kerusakan sekaligus memperlancar mobilitas kendaraan.

Kepala DPUPR Lampung Barat, Mia Miranda, menjelaskan bahwa penimbunan sirtu dilakukan sebagai langkah darurat untuk menutup lubang-lubang besar yang sebelumnya kerap membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Dengan penanganan tersebut, kondisi jalan dinilai lebih aman dibandingkan sebelumnya.

Mia mengungkapkan, pada tahun anggaran 2026 pemerintah daerah telah merencanakan pembangunan jalan di kawasan tersebut. Namun, titik awal pembangunan permanen dipastikan dimulai dari kawasan Pasar Senin, Kelurahan Pajarbulan.

“Untuk tahun anggaran 2026 memang ada rencana pembangunan jalan di jalur tersebut. Namun titik nol pembangunan akan dimulai dari kawasan Pasar Senin,” jelasnya.

Ia menegaskan, dengan perencanaan tersebut, ruas jalan yang berada di sekitar Pasar Senin menjadi prioritas pembangunan permanen. Sementara itu, ruas jalan di lintasan depan SMA Negeri 1 Waytenong hingga saat ini masih sebatas penanganan sementara dan belum dapat dipastikan masuk dalam pembangunan lanjutan karena keterbatasan anggaran.

“Ruas jalan di depan SMA Negeri 1 Waytenong saat ini baru dilakukan penanganan sementara berupa penimbunan sirtu. Untuk pembangunan lanjutan, kami belum bisa memastikan,” ujarnya.

Meski demikian, penanganan sementara tersebut dirasakan cukup membantu masyarakat. Warga menilai kondisi jalan kini lebih nyaman dan aman dilalui dibandingkan sebelumnya yang dipenuhi lubang.

Salah seorang warga Waytenong, Jefri Ardiansyah, mengaku bersyukur dengan adanya penimbunan jalan tersebut. Menurutnya, dampak pembangunan jalan poros juga ikut dirasakan pada jalur alternatif yang selama ini digunakan masyarakat.

“Lubang-lubang sudah tertutup, jadi jauh lebih aman dilewati. Tapi ini kan masih sementara,” katanya.

Jefri berharap pemerintah daerah ke depan dapat melanjutkan perbaikan dengan pengaspalan agar jalan tidak cepat rusak kembali. Menurutnya, ruas jalan SMA Negeri 1 Waytenong–Pasar Senin memiliki peran vital karena menjadi akses utama menuju sekolah dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Harapan kami ada pengaspalan supaya lebih tahan lama. Jalan ini setiap hari dilalui pelajar, guru, pedagang, dan masyarakat umum,” tegasnya.

Dari pantauan Radar Lambar di lokasi, sejumlah titik berlubang memang telah ditimbun sirtu. Namun hingga kini belum terlihat adanya aktivitas pembangunan lanjutan berupa pengerasan permanen atau pengaspalan di ruas jalan tersebut. Warga pun berharap pemerintah daerah dapat memasukkan pengaspalan jalan tersebut ke dalam program pembangunan selanjutnya agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan secara berkelanjutan.(rinto/nopri)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan