NASA Tunda Misi Artemis II ke Bulan hingga Maret 2026 Akibat Masalah Teknis Roket
Ilustrasi. NASA resmi menunda peluncuran misi Artemis II hingga Maret 2026. Misi ini sedianya meluncur pada Minggu, 8 Februari 2026. Foto: REUTERS--
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat resmi menunda peluncuran misi Artemis II yang semula dijadwalkan pada awal Februari 2026 menjadi paling cepat Maret 2026.
Misi ini menjadi tonggak penting karena akan membawa empat astronaut keluar orbit Bumi menuju Bulan, menandai kembalinya manusia ke penerbangan luar angkasa jarak jauh setelah berakhirnya era Apollo lebih dari 50 tahun lalu.
Penundaan dilakukan setelah tim NASA menemukan sejumlah kendala teknis dalam uji coba roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa atau Space Launch System (SLS), termasuk kebocoran hidrogen cair saat pengisian bahan bakar.
NASA menilai uji coba tersebut justru penting untuk mendeteksi potensi kegagalan sebelum peluncuran sesungguhnya, sehingga peluang keberhasilan misi dapat dimaksimalkan.
Dalam proses simulasi, roket SLS diisi lebih dari 700 ribu galon bahan bakar super dingin dan menjalani tahapan hitung mundur layaknya peluncuran nyata. Meski sempat berjalan sesuai rencana, kebocoran hidrogen kembali muncul seperti yang pernah terjadi pada misi Artemis I tahun 2022.
Selain kebocoran, tim teknis juga menghadapi gangguan pada sistem katup kabin wahana astronaut yang memperlambat rangkaian uji coba.
NASA menyatakan masih meninjau apakah roket perlu dipindahkan kembali ke gedung perakitan untuk perbaikan menyeluruh atau cukup ditangani langsung di landasan peluncuran.
Artemis II akan membawa empat astronaut, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Kanada, untuk menjalani misi selama sekitar 10 hari mengelilingi Bulan, termasuk sisi jauh yang jarang dijelajahi manusia.
Misi ini diproyeksikan mencetak rekor jarak terjauh manusia dari Bumi sekaligus menjadi langkah krusial menuju rencana pendaratan manusia di Bulan dalam misi Artemis berikutnya.(*)