Pemkab Lambar Prioritaskan Penanganan Jaringan Irigasi
Ilustrasi Jaringan Irigasi--
BALIKBUKIT - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menunjukkan komitmen memperkuat sektor pertanian dengan memfokuskan penanganan sejumlah jaringan irigasi di berbagai kecamatan pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan persawahan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian, khususnya padi.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Barat, Eric Enrico, mengatakan penanganan irigasi menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Beberapa jaringan irigasi yang masuk dalam rencana penanganan seperti peningkatan jaringan irigasi persawahan di Pekon Serungkuk, Kecamatan Belalau, rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I) Way Tenong di Pekon Purawiwitan Kecamatan Kebuntebu, rehabilitasi jaringan irigasi D.I Way Tegaga Kecamatan Sukau serta rehabilitasi irigasi Mulya Indah Kecamatan Way Tenong.
Menurut Eric, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program tersebut. Oleh karena itu, penanganan jaringan irigasi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Mengingat keterbatasan anggaran, penanganan jaringan irigasi dilaksanakan secara bertahap oleh pemerintah daerah. Untuk tahun ini, bentuk penanganan yang dilakukan meliputi rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi di beberapa titik prioritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi sangat penting untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan optimal. Dengan kondisi irigasi yang baik, petani diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan air, terutama saat musim tanam dan masa pertumbuhan padi.
Eric berharap, melalui kegiatan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi tersebut, produktivitas pertanian di Kabupaten Lampung Barat dapat terus meningkat. Ketersediaan air yang cukup dan berkelanjutan diyakini akan berdampak langsung pada hasil panen petani.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung peningkatan produksi padi di Lampung Barat. Harapannya, petani bisa lebih tenang dalam mengelola sawahnya dan hasil panen pun semakin maksimal,” pungkasnya. (lusiana)