Abrasi Way Ngaras Kian Mengkhawatirkan
ABRASI Way Ngaras hingga kini kian mengkhawatirkan. BPBD Pesbar terus intensifkan koordinasi me Pusat. Foto Dok--
PESISIR TENGAH - Kondisi abrasi di sepanjang aliran Sungai Way Ngaras, khususnya di wilayah Pekon Bandar Jaya, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), kian menunjukkan tingkat kerawanan yang mengkhawatirkan. Aliran sungai yang terus mengikis pinggiran bantaran sungai itu kini semakin mendekati badan jalan penghubung antar pekon yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesbar, Roby Arfan, S.H., M.M., mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait dengan penanganan Sungai Way Ngaras. Koordinasi itu dilakukan sebagai langkah awal untuk mendorong percepatan penanganan abrasi yang terus terjadi dan berisiko mengancam infrastruktur vital tersebut.
“BPBD Pesbar sebelumnya sudah berkoordinasi dengan BNPB terkait penanganan aliran Sungai Way Ngaras, khususnya di wilayah Pekon Bandar Jaya, yang saat ini terus mengikis bantaran sungai dan semakin mendekati badan jalan penghubung antar pekon,” kata Roby Arfan, Rabu, 4 Februari 2026.
Dijelaskannya, kini BPBD Pesbar masih dalam proses mempersiapkan serta mengajukan proposal penanganan ke pemerintah pusat. Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten setempat terkait usulan pembangunan sejumlah bangunan pengaman di lokasi rawan abrasi itu.
“Sekarang ini kami masih mempersiapkan dan mengajukan proposal, sekaligus berkoordinasi dengan DPUPR dan BPKAD terkait usulan beberapa bangunan pengaman di lokasi itu. Kami harap, kedepan semua usulan itu bisa direalisasikan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Dikatakannya, abrasi Sungai Way Ngaras tidak hanya berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, tapi juga mengancam keselamatan infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan badan jalan amblas hingga memutus akses antarpekon di Kecamatan Ngaras.
“karena itu kami berharap kedepan pemerintah pusat dapat merealisasikan usulan Pemkab Pesbar dalam penanganan di aliran sungai Way Ngaras itu,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Ngaras kembali berharap agar penanganan aliran Sungai Way Ngaras, khususnya di wilayah Pekon Bandar Jaya, dapat segera direalisasikan. Camat Ngaras, Suparmi, S.IP., M.M., mengatakan bahwa abrasi di sepanjang Sungai Way Ngaras sudah berlangsung cukup lama dan dari waktu ke waktu menunjukkan tingkat kerusakan yang semakin parah.
“Kondisi pinggiran Sungai Way Ngaras memang sudah cukup parah dan ini bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung lama. Hingga sekarang, alirannya terus menggerus pinggiran sungai dan bahkan sudah mengancam badan jalan penghubung di wilayah kami,” kata Suparmi.
Menurutnya, derasnya arus sungai, terutama pada saat musim hujan, menyebabkan pengikisan tanah di pinggiran sungai semakin intensif. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap badan jalan yang berada tidak jauh dari aliran sungai, sehingga meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur dalam jangka pendek maupun panjang.
“Jika tidak segera dilakukan penanganan, kami khawatir badan jalan di wilayah itu akan terus habis tergerus dan bisa saja menyebabkan akses jalan putus. Karena itu, kondisi ini sangat kami harapkan bisa menjadi perhatian serius Pemkab Pesbar,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala DPUPR Kabupaten Pesbar, Mesrawan, S.STP., M.Si., membenarkan kondisi aliran Sungai Way Ngaras yang mengikis pinggiran jalan penghubung di Kecamatan Ngaras telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Bahkan kata dia, DPUPR Pesbar sebelumnya telah melakukan survei teknis untuk melihat secara langsung tingkat kerusakan serta potensi risiko yang ditimbulkan.
“Terkait kondisi aliran Sungai Way Ngaras yang telah mengikis pinggiran jalan penghubung di Kecamatan Ngaras itu, sebelumnya sudah kami survei. Bahkan, usulan penanganan juga sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung,” tandasnya.(yayan/*)