MONITORING KECAMATAN, BUMDes Krui Selatan Didorong Jadi Motor Ekonomi Desa

Pemerintah Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat melakukan monitoring BUMDes. Foto Dok --

RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO -  Pemerintah Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Psbar) terus mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau BUM Pekon sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa, sekaligus sebagai sumber alternatif peningkatan pendapatan pekon di tengah adanya penyesuaian alokasi dana desa. Hal itu dilakukan melalui kegiatan monitoring, evaluasi, serta penguatan orientasi usaha yang berfokus pada sektor produktif dan berkelanjutan di setiap Pekon se-Kecamatan setempat.

Camat Krui Selatan, Akhmad Firsada Indah, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa secara umum seluruh BUMDes di wilayahnya telah terbentuk dan menjalankan aktivitas usaha masing-masing. Namun demikian, pihak kecamatan masih terus melakukan evaluasi secara berkala, khususnya terhadap unit usaha yang berkaitan dengan ketahanan pangan, agar potensi ekonomi lokal dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Alhamdulillah, untuk BUMDes atau BUM Pekon di Kecamatan Krui Selatan saat ini semuanya sudah berjalan. Tinggal kita lakukan evaluasi, terutama pada BUMDes yang bergerak di bidang ketahanan pangan, supaya kita dapat memetakan potensi yang ada di setiap pekon,” katanya, Kamis, 5 Februari 2026.

Dijelaskannya, pemetaan potensi desa menjadi langkah penting dalam menentukan arah pengembangan usaha BUMDes ke depan. Hal ini berkaitan dengan rencana operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Krui Selatan, yang diharapkan dapat menjadi peluang kemitraan strategis bagi BUMDes dalam penyediaan bahan baku. Menurutnya, keberadaan dapur MBG akan membuka peluang baru bagi BUMDes untuk menjadi pemasok kebutuhan pangan secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi desa.

“Setelah dapur MBG Krui Selatan selesai dibangun dan mulai beroperasi, kita harapkan dapat menjalin kemitraan dengan pihak BUMDes untuk menyuplai bahan baku sesuai kebutuhan. Selain itu, kita juga berharap nantinya akan terjalin kerja sama dengan pelaku UMKM serta Koperasi Desa Merah Putih, sehingga tercipta sinergi ekonomi yang saling menguatkan,” jelasnya.

Masih kata dia, adanya pergeseran kebijakan anggaran dana desa menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah pekon dalam menjaga stabilitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penguatan BUMDes dengan orientasi profit menjadi salah satu solusi strategis untuk membantu menambah pendapatan desa secara mandiri.

“Mengingat adanya pergeseran anggaran dana desa, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu penambahan anggaran pekon adalah dengan memaksimalkan peran BUMDes yang berorientasi profit,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjutnya, BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang dapat mendukung pembangunan di tingkat pekon. Sebagai bagian dari upaya penguatan tersebut, pihak kecamatan secara aktif melakukan monitoring terhadap sejumlah BUMDes di berbagai pekon. Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa unit usaha yang dijalankan berjalan sesuai rencana.

“Selain itu juga kegiatan tersebut dapat memberikan pendampingan apabila terdapat kendala dalam pengelolaannya,” jelasnya.

Masih kata dia, beberapa BUMDes yang telah dilakukan monitoring di antaranya BUMDes Pekon Mandiri Sejati, yang mengelola sejumlah unit usaha produktif, seperti peternakan ayam petelur, pengelolaan Villa Desa Berdaya, serta penyediaan fasilitas Villa Rest Area. Unit usaha tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pengembangan sektor pariwisata desa. Selanjutnya, BUMDes Pekon Balai Kencana juga menunjukkan perkembangan positif melalui usaha pembudidayaan ikan nila dan penyewaan tarup yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat.

“Usaha tersebut tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat secara langsung,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk di Pekon Padang Raya, BUMDes setempat mengembangkan usaha penggemukan sapi dan penyewaan tarup. Sektor peternakan menjadi salah satu fokus utama karena dinilai memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta peluang pasar yang luas, khususnya dalam mendukung kebutuhan pangan lokal. Sementara itu, BUMDes Pekon Way Suluh mengelola usaha peternakan ayam pedaging, penyewaan tarup, serta penyediaan traktor untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

“Keberadaan unit usaha tersebut dinilai mampu membantu petani dalam meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang usaha baru,” katanya.

Kemudian, BUMDes Pekon Way Napal menjalankan usaha di bidang pertanian serta penyewaan tenda dan kursi, yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Sedangkan BUMDes Pekon Padang Haluan mengembangkan usaha peternakan ayam petelur serta penyewaan tenda dan kursi sebagai sumber pendapatan tambahan bagi pekon. Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar BUMDes dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan