Penggiringan Belum Dilakukan, Kawanan Gajah Masih Menjadi Ancaman

29032024 (2)--

BALIKBUKIT - Kawanan gajah liar yang diketahui berjumlah 18 ekor, masih berada di sekitar kawasan wisata di Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat, tepatnya di sekitar Danau Minyak. Kawanan gajah tersebut belum dikakukan penggiringan, meski sudah berada di wilayah tersebut dari sepekan.

Pembina Satgas Penangana konflik Gajah Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) Sugeng Hari Kinaryo Adi mengungkap alasan Satgas belum melakukan penggiringan.

Menurut Sugeng, untuk proses penggiringan, belum bisa dilakukan, salah satunya karena Satgas masih memiliki kesibukan masing-masing yakni memanen padi.

"Jadi belum bisa dilakukan penggiringan, hanya saja ada beberapa orang bersama dengan masyarakat melakukan pemantauan dan blokade pada saat malam hari, ini agar kawanan gajah tidak masuk permukiman dan menyebabkan kerusakan lebih banyak lagi," ungkap Sugeng.

Menurut Sugeng, pihaknya telah meminta pihak Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) untuk memasang kembali GPS Collar agar memudahkan proses pemantauan.

“Tetapi kendalanya banyak peralatan juga hangus terbakar dan rusak pada saat insiden pembakaran kantor TNBBS Resort Suoh beberapa waktu lalu. Sehingga proses pemantauan tidak bisa dilakukan melalui GPS, namun harus dipantau langsung ke lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya Sugeng juga menyampaikan, Kawanan gajah liar memasuki pemakaman dan merusak tanaman padi dan jagung milik masyarakat Pekon Suka Marga Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat, bertepatan saat masyarakat melaksanakan shalat taraweh.

Akibatnya, sejumlah makam rusak, begitu juga tanaman padi milik masyarakat siap panen juga rusak akibat diinjak-injak oleh kawanan gajah yang berjumlah sekitar 18 ekor yang telah mendiami sekitar daau minyak, salah satu destinasi wisata di wilayah itu.

Satgas saat ini tidak bisa berbuat banyak, dimana hanya melakukan pemantauan dan juga blokade agar kawanan gajah tidak merangsek masuk ke permukiman masyarakat.

”Selain karena saat ini dalam suasana bulan suci ramadhan, dimana masyarakat melaksanakan shalat taraweh saat malam hari,  atau pada saat kawanan gajah keluar mencari makan, juga kondisi cuaca yang sering hujan,” ungkapnya.

”Paling kalau pas pemantauan hanya ada beberapa orang, kita maklum karena sekarang bulan puasa, yang tentunya tidak memungkinkan untuk menguras tenaga lebih banyak untuk bisa menghalau kawanan gajah, kemudian banyak satgas kami yang juga sedang panen padi mereka,” tutupnya. *

Tag
Share