Hari Ketiga, Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Biha Masih Nihil

Pencarian terhadap korban tenggelam yang terjadi di pantai Biha Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), hingga hari ketiga, Selasa 2 April 2024, masih nihil. Foto dok --

PESISIR SELATAN – Upaya pencarian terhadap korban tenggelam yang terjadi di pantai Biha Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), hingga hari ketiga, Selasa 2 April 2024, belum juga membuahkan hasil, artinya pencarian terhadap korban masih nihil, meski disejumlah pinggir pantai di wilayah itu sudah dilakukan penyisiran.

Koordinator Pos SAR Tanggamus, Robi Rusliansyah, mengatakan, hingga  hari ketiga ini, untuk pencarian terhadap korban tenggelam di perairan pantai Biha Kecamatan Pesisir Selatan masih nihil, dan belum ditemukan ada tanda-tanda terhadap korban tenggelam. Bahkan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Sat Polir Polres Pesbar, Tim SAR Pos Tanggamus, personil Polsek Pesisir Selatan, BPBD Pesbar, dan masyarakat atau nelayan di wilayah ini melakukan penyisiran hingga ke pantai Way Jambu Kecamatan setempat.

“Tim SAR gabungan melakukan penyisiran hingga ke wilayah perairan pantai Way Jambu, selain penyisiran ditengah laut, dilakukan penyisiran di pinggir pantai,” katanya.

Sementara itu, Camat Pesisir Selatan, Mirton Setiawan, S.Pd, M.M., mengatakan, upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga kini masih terus dimaksimalkan, dengan dibantu menggunakan beberapa perahu nelayan melakukan penyisiran di pantai Biha hingga pantai Way Jambu di Kecamatan Pesisir Selatan itu, baik ditengah laut maupun disepanjang pinggiran pantai.

“Bahkan, dalam pencarian korban tenggelam ini juga sempat dikunjungi oleh Wakil Bupati Pesbar A.Zulqoini Syarif, S.H., sekaligus memberikan semangat terhadap petugas yang sedang melakukan pencarian korban, dengan harapan korban bisa segera ditemukan,” jelasnya.

Masih kata dia, pihaknya juga berharap kepada seluruh nelayan di Kecamatan Pesisir Selatan ini untuk terus bersama-sama membantu dalam melakukan pencarian terhadap korban tenggelam itu. Terutama saat melaut, jika menemukan ada korban yang tenggelam itu diharapkan bisa segera menghubungi petugas. Begitu juga bagi nelayan di luar wilayah Kecamatan maupun Kabupaten Pesbar ini jika menemukan adanya korban tenggelam itu dapat menghubungi petugas, baik jajaran kepolisian maupun Tim SAR gabungan.

“Kita berharap korban segera ditemukan, mengingat saat ini sudah masuk dalam pencarian dihari yang ketiga,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Muhamad Fahri Irawan (15) seorang pelajar yang diketahui warga Kelurahan Pakun Jaya, Kecamatan Serpong Utara, Kabupaten Tanggerang Selatan Provinsi Banten, diduga tenggelam saat mandi di pantai tepatnya di belakang pasar Way Nipah, Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, sekitar pukil 15.00 Wib, Minggu 31 Maret 2024.

Camat Pesisir Selatan, Mirton Setiawan, S.Pd, M.M., mengaku berdasarkan informasi, kejadian korban tenggelam itu bermula sekitar pukul 14.30 Wib, Minggu 31 Maret 2024, ketika saksi yakni Raditya Saputra (12) yang merupakan temannya bersama korban berangkat dari kediaman saksi di Pemangku Way Nipah Pekon Biha hendak pergi menuju ke Pekon Pagar Dalam Kecamatan Pesisir Selatan untuk berkunjung kerumah saudaranya.

“Setelah dari rumah saudaranya tersebut, saksi bersama korban kembali ke Pekon Biha dan mampir ke Pantai yang berada di belakang Pasar Selasa (Pasar Pekan) di Pemangku Way Nipah, Pekon Biha tersebut,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, sesampainya dipantai yang dituju itu, saksi dan korban langsung mandi di Pantai tersebut. Saat itu juga saksi yakni Raditya Saputra sempat mengingatkan kepada korban agar mandi dipinggiran pantai saja, dan tidak mandi terlalu ke tengah, karena kondisi ombak laut besar. Namun, korban tidak mengindahkan ajakan saksi tersebut.

“Tidak berselang lama, korban ketengah laut dan terlihat oleh saksi bahwa korban sudah terbawa arus ombak laut dan menghilang,” jelasnya. *

Tag
Share