WAYTENONG – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Kabupaten Lampung Barat tidak hanya ditandai dengan upacara dan sambutan pejabat, tetapi juga dimeriahkan oleh penampilan seni kolaboratif dari tiga sekolah dasar yang mencuri perhatian peserta dan tamu undangan.
Ketiga sekolah tersebut adalah SDN 1 Sukapura Kecamatan Sumberjaya, SDN 1 Sukaraja Kecamatan Way Tenong, dan SDIT Pajarbulan. Mereka berkolaborasi menyuguhkan tari kreasi modern dan tradisional, yang dibawakan secara kolosal dengan iringan drumband di Lapangan Sanayudha, Kelurahan Pajarbulan—lokasi utama peringatan HUT Lambar ke-34, Rabu (24/9).
Penampilan siswa-siswi ini disambut antusias oleh ribuan peserta yang memadati lapangan. Suguhan tersebut menjadi hiburan tersendiri sekaligus penegasan bahwa dunia pendidikan di Lampung Barat tidak hanya berfokus pada capaian akademik, namun juga pengembangan bakat dan karakter.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat, Tati Sulastri, S.Sos., MM, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para siswa dan guru dalam memeriahkan HUT ke-34.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, khususnya ketiga sekolah ini yang telah memberikan warna dalam perayaan hari jadi kabupaten kita tercinta,” ujar Tati.
Ia juga berharap, penampilan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan kreativitas siswa di bidang seni dan budaya.
Kepala SDN 1 Sukaraja, Siti Fatimah, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas kesempatan yang diberikan. Apalagi, SDN 1 Sukaraja menjadi perwakilan khusus Kecamatan Way Tenong, yang tahun ini menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara HUT ke-34.
“Ini merupakan kehormatan bagi kami. Tidak hanya sebagai peserta, tapi kami juga dapat menunjukkan bahwa pendidikan di Way Tenong aktif dan dinamis,” tuturnya.
Menurutnya, keikutsertaan siswa dalam kegiatan seperti ini memberikan pengalaman berharga yang dapat meningkatkan kepercayaan diri serta kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.
Senada, Kepala SDN 1 Sukapura, Dewi Suryani, S.Pd., menyampaikan bahwa kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta menjadi wujud sinergi yang positif di dunia pendidikan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai, tapi juga soal pembentukan karakter, semangat gotong royong, dan apresiasi terhadap budaya,” jelasnya.
Ia menambahkan, penampilan kolosal ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan penting bahwa generasi muda Lampung Barat siap menjadi bagian dari pembangunan daerah, termasuk dalam aspek kebudayaan.
Melalui kegiatan ini, para kepala sekolah berharap sektor pendidikan di Lampung Barat ke depan dapat lebih aktif terlibat dalam momen-momen penting daerah. Menurut mereka, keikutsertaan dalam peringatan hari besar seperti HUT kabupaten dapat menjadi media aktualisasi diri siswa, sekaligus ruang penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Semoga pendidikan di Lampung Barat semakin maju, bukan hanya dari sisi infrastruktur, tapi juga dari segi kualitas, kreativitas, dan semangat kolaboratif,” tutup Dewi.
Penampilan seni kolosal ini menjadi bukti bahwa pendidikan di Kabupaten Lampung Barat telah bergerak dinamis dan holistik—mengembangkan siswa tidak hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai bagian dari pelestari budaya dan penggerak masa depan daerah. (rinto/nopri)