Pekon Puramekar Manfaatkan GPM Untuk Perkenalkan Kopdes Kepada Warga

Gedung Kopdes Puramekar Kecamatan Gedungsurian digunakan tempat penyakuran GPM. Foto Dok--

GEDUNGSURIAN - Pemerintah Pekon Puramekar Kecamatan Gedungsurian, Kabupaten Lampung Barat cukup cerdik dalam memanfaatkan momen Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di seluruh Indonesia yang dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melalui Zoom Meeting. 

Bagaimana tidak GPM yang dilaksanakan di pekan tersebut pihak Pekon melakukan gerakan dipusatkan di pusat ekonomi pekon yakni Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Puramekar. 

Aparatur bukan setempat Chandra mendampingi Peratin Aderi menyebutkan dilaksanakannya GPM di Kopdes tersebut semata-mata memanfaatkan momen mengenalkan keberadaan Kopdes kepada masyarakat. Sehingga kedepannya masyarakat akan lebih mengenal kopdes meskipun sosialisasi dan program yang akan dilakukan kopdas setempat memang telah disampaikan kepada masyarakat melalui forum-forum kegiatan pekon.

Sebelumnya Sabtu (30/8) kegiatan GPM di Lampung Barat dilaksanakan serentak di 13 Kecamatan tersebar di lembar.

 

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Lampung Barat menyalurkan total 22 ton beras. Kecamatan Balik Bukit mendapat pasokan terbesar, 10 ton beras, sementara 12 kecamatan lainnya yakni Lumbokseminung, Sukau, Batubrak, Belalau, Batuketulis, Sekincau, Pagardewa, Waytenong, Airhitam, Gedungsurian, Sumberjaya, dan Kebuntebu masing-masing mendapat 1 ton.

Pelaksanaan di 12 Kecamatan tersebut, dilakukan oleh camat bersama jajaran Koramil dan Kapolsek di wilayah masing-masing. Program ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga pangan, memastikan ketersediaan bahan pokok, sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Lampung Barat.

Hal itu menindaklanjuti arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam menjamin kelancaran GPM, khususnya terkait ketersediaan beras, gula, dan minyak goreng dengan harga terjangkau. “Pemerintah Daerah diharapkan bekerja sama dengan Forkopimda serta Bulog untuk teknis pelaksanaannya. Publikasi juga penting agar semakin banyak masyarakat yang terlibat,” ujar Tito.

Ia menekankan, GPM harus benar-benar menjangkau hingga pelosok dan memberi manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Barat, Nata Djudin Amran, mengatakan bahwa GPM terbuka untuk semua kalangan masyarakat.

“Siapa saja bisa membeli, dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Dengan adanya GPM, inflasi bisa terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ungkapnya.

Namun, Pemkab Lampung Barat hanya menyediakan beras pada kegiatan GPM kali ini. “Stok yang tersedia di Bulog hanya beras, sehingga kita tidak menjual gula maupun minyak goreng. Namun demikian, masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga lebih murah dibanding harga pasar,” jelasnya.

Nata berharap kehadiran GPM mampu membantu masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi. “Dengan adanya GPM, inflasi bisa terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan