Dorong Petani Kopi Tingkatkan Kualitas

BPP Kebuntebu lakukan peninjauan areal perkebunan kopi dalam rangka penyuluhan kepada petani. Foto Dok--

KEBUNTEBU – Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, terus mendorong para petani kopi untuk meningkatkan kualitas budidaya sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan lapangan yang dilakukan oleh tim penyuluh pertanian ke sejumlah kebun kopi milik petani yang tergabung dalam kelompok tani di wilayah tersebut.

Kepala BPP Kebuntebu, Yazid, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan terhadap petani kopi, baik dalam aspek budidaya maupun strategi pemasaran.

Ia menekankan pentingnya perawatan kebun secara konsisten agar produksi tetap stabil, terutama menghadapi tantangan ke depan.

"Berdasarkan prediksi, produksi kopi pada tahun 2026 berpotensi mengalami penurunan. Oleh karena itu, kami terus mengingatkan petani agar tidak lengah dan tetap menjaga kebun dengan baik," ujar Yazid.

Lebih lanjut, ia mengajak kelompok tani untuk mulai menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta (PT) yang bergerak di bidang kopi. Menurutnya, kerja sama ini penting untuk menciptakan sistem pemasaran yang lebih efisien sekaligus meningkatkan nilai jual produk petani.

"Saat ini sudah banyak perusahaan yang membuka diri terhadap kemitraan. Tinggal bagaimana kita sebagai petani mampu melakukan pendekatan dan membangun kepercayaan. Tujuannya agar harga jual kopi kita dapat bersaing dan memenuhi standar pasar," tambahnya.

Selain aspek pemasaran, BPP juga terus mengedukasi petani mengenai pentingnya menjaga mutu kopi melalui praktik panen dan pascapanen yang tepat. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pemetikan buah kopi yang sudah benar-benar matang (merah), karena ini berpengaruh besar terhadap cita rasa.

Yazid juga mengingatkan agar proses penjemuran kopi tidak dilakukan langsung di atas tanah, melainkan menggunakan alas seperti plastik, terpal, atau lapangan jemur yang bersih dan tidak terkontaminasi unsur tanah.

"Penjemuran yang baik akan meminimalkan kadar air pada biji kopi, dan ini sangat menentukan kualitas akhir. Mutu yang baik akan memudahkan kita dalam menjual kopi dengan harga yang layak," tegasnya.

Langkah BPP Kebuntebu ini diharapkan mampu membangkitkan semangat para petani kopi untuk terus berinovasi dan memperbaiki cara bertani. Dengan pembinaan yang rutin dan keterbukaan terhadap kemitraan, petani diharapkan tidak hanya mampu menjaga produktivitas, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan.

Petani kopi di Lampung Barat pun diimbau untuk tidak sekadar menjadi penghasil biji kopi, melainkan juga sebagai pelaku utama dalam menjaga kualitas dan menggerakkan roda ekonomi daerah melalui kopi lokal yang unggul dan berdaya saing. (rinto/nopri)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan