Lebaran Santri 2025, Momentum Refleksi dan Jihad Intelektual

Hari Santri Nasional 2025--

BALIKBUKIT- Peringatan Hari Santri Nasional 2025, Rabu (22/10/2025) bertepatan dengan 30 Rabiul Akhir 1447 Hijriah, dimaknai sebagai “Lebaran Santri” oleh umat Islam di seluruh Indonesia.

Bagi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Barat, Hi. Pairozi, S.Ag., M.Pd.I., momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggilan sejarah dan spiritual bagi para santri untuk terus mengawal peradaban bangsa.

“Hari Santri adalah pengakuan sejarah atas jasa ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ini juga bentuk penghormatan terhadap peran santri dalam menjaga moral bangsa di tengah tantangan zaman,” ujar Pairozi.

Menurutnya, peringatan Hari Santri menjadi pengingat penting bahwa identitas keislaman dan keindonesiaan tidak pernah terpisah. Santri memiliki tanggung jawab ganda menjaga keutuhan iman sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang demokratis, toleran, dan moderat.

“Santri hari ini harus mampu menjawab tantangan kontemporer seperti radikalisme, stigma negatif, dan krisis moral. Caranya dengan jihad intelektual dan sosial bukan hanya berdebat, tapi membangun peradaban dengan ilmu dan akhlak,” tegasnya.

Tema nasional Hari Santri 2025, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” menurut Pairozi, sejalan dengan cita-cita pesantren sebagai pusat pembentukan karakter dan keilmuan yang membawa rahmat bagi semesta.

“Kita ingin santri tidak hanya menjadi penjaga masjid, tetapi juga pemimpin masyarakat, pengusaha, penulis, dan inovator. Santri yang berpikir global tapi berjiwa lokal, yang mampu membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin ke panggung dunia,” tambahnya.

Bagi umat Islam, Hari Santri juga menjadi saat untuk merefleksikan nilai-nilai luhur yang diwariskan pesantren: keteguhan iman, semangat juang, kejujuran, dan cinta tanah air. Karena itu, berbagai kegiatan seperti zikir, istighosah, seminar, hingga kirab santri selalu menyertai perayaan ini setiap tahun.

“Dari pesantren lahir cahaya ilmu dan moral bangsa. Dari santri, semoga lahir generasi yang mampu mengawal Indonesia menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban,” tutup Pairozi.(edi/nopri)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan