Penyaluran Rendah, KUR Terserap Rp18 Miliar dari Target Rp103 Miliar
Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Pesbar Antoni Wijaya. Foto Dok.--
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) pada tahun 2025 masih tergolong rendah. Hingga akhir Oktober, realisasi KUR baru mencapai Rp18.016.000.000 dari total target sebesar Rp103.916.721.064.
Artinya, masih terdapat sekitar Rp85.900.721.064 dana KUR yang belum terserap atau belum dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di kabupaten berjuluk Negeri Para Sai Batin dan Ulama tersebut.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Pesbar, Antoni Wijaya, S.I.P., mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong optimalisasi penyaluran KUR melalui lima bank penyalur yang ada di daerah setempat. Kelima bank tersebut antara lain BRI Cabang Liwa, BRI Pasar Minggu, BRI Unit Krui, BNI KCP Krui dan BPD Lampung Krui.
“Saat ini realisasinya baru mencapai Rp18.016.000.000 dari target Rp103.916.721.064 dengan jumlah sebanyak 356 debitur,” kata Antoni.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa serapan KUR di Pesbar masih sangat rendah dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Padahal, KUR merupakan salah satu program pemerintah pusat yang diharapkan mampu memperkuat permodalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu berkembang serta meningkatkan daya saing di sektor ekonomi lokal.
“Pemkab Pesbar hingga kini juga masih terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak bank penyalur maupun instansi terkait lainnya,” ujarnya.
Hal itu, kata dia, bertujuan untuk mempercepat proses penyaluran serta memastikan agar pelaku usaha di daerah pesisir tersebut benar-benar memahami manfaat dan kemudahan dalam mengakses fasilitas pembiayaan KUR. Pemkab Pesbar juga berkomitmen untuk terus mendorong penyaluran KUR agar bisa menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil, baik yang bergerak di sektor perdagangan, pertanian, perikanan, maupun industri rumahan.
“Kami berharap para pelaku UMKM dapat lebih proaktif memanfaatkan program ini,” jelasnya.
Masih kata dia, rendahnya realisasi KUR di awal tahun ini juga disebabkan oleh belum lengkapnya laporan dari beberapa bank penyalur. Beberapa bank masih dalam proses rekapitulasi dan pelaporan penyaluran kepada pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab juga masih terus menunggu dari para pihak bank penyalur untuk menyampaikan laporan realisasi KUR tersebut, baik dari BRI Cabang Liwa, BRI Pasar Minggu, BRI Unit Krui, BNI KCP Krui, maupun BPD Lampung Krui.
“Intinya, kami tidak ingin ada dana KUR yang mengendap tanpa terserap. Program ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Pemkab Pesbar juga akan terus mendorong kepada pelaku usaha yang memenuhi syarat dapat mengakses fasilitas ini,” pungkasnya.(yayan/*)