Gajah Lepas dari Rombongan, GPS Collar Tak Aktif Dua Pekan

GAJAH LIAR_ Satu ekor gajah terpantau terpisah dari rombongan utama dan bersikap agresif saat ditemukan di wilayah Talang Sunda, Pekon Sidorejo, Kecamatan Suoh.--

SUOH – Tim Satgas Sahabat Satwa Lembah Suoh kini tengah menghadapi tantangan baru dalam memantau pergerakan gajah liar di kawasan Suoh–Bandar Negeri Suoh (BNS). Satu ekor gajah terpantau terpisah dari rombongan utama dan bersikap agresif saat ditemukan di wilayah Talang Sunda, Pekon Sidorejo, Kecamatan Suoh.

Pembina Satgas Sahabat Satwa Lembah Suoh, Sugeng Hari Kinaryo Adi, menjelaskan bahwa satu ekor gajah tersebut semula merupakan bagian dari rombongan berjumlah 18 ekor, namun kini tiga ekor termasuk seekor jantan bergading panjang dilaporkan terpisah dari kelompok induk.

“Gajah jantan ini cukup agresif. Saat tim mencoba mendekat untuk pemantauan, ia justru lari ke arah berbeda dan makin menjauh dari rombongan. Kami kesulitan melacak karena gajah ini bergerak cepat di area perkebunan warga,” ujar Sugeng.

Kendala semakin besar setelah alat pelacak GPS collar yang dipasang pada salah satu individu dalam kelompok besar tidak lagi aktif selama lebih dari dua minggu terakhir. Padahal, menurut pengecekan teknis, baterai alat tersebut masih penuh.

“Sudah hampir setengah bulan GPS collar tidak aktif. Kami menduga ada gangguan jaringan satelit atau sistem pelacaknya mengalami error. Ini membuat kami sulit memantau posisi pasti rombongan maupun individu yang terpisah,” jelasnya.

Dari pengamatan lapangan, rombongan utama kini didominasi gajah betina dan anak-anak, tanpa pejantan bergading panjang. Sementara tiga individu yang terpisah termasuk pejantan dewasa di sekitar kawasan wilayah Sidorejo di area perkebunan warga.

“Kami sudah menerima laporan dari beberapa warga yang sempat melihat gajah bergading panjang melintas di areal talang. Sejauh ini belum ada laporan kerusakan kebun, tapi kami tetap imbau warga untuk tidak mendekat jika melihat pergerakan satwa tersebut,” kata Sugeng.

 “Kami berharap dalam waktu dekat sinyal GPS kembali aktif agar pemantauan lebih mudah. Yang penting sekarang adalah memastikan gajah tidak masuk ke permukiman warga,” tambah Sugeng.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan berisiko seperti menghalau atau mengejar gajah yang terpisah.

“Gajah ini sedang stres dan bisa berperilaku tak terduga. Biarkan tim satgas yang menangani. Masyarakat agar bisa melapor jika melihat pergerakannya,” tegasnya. (edi/lusiana)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan