Kerang Bagikan 200 Tong Sampah

TONG SAMPAH_ Pemerintah Pekon Kerang, Kecamatan Batubrak, membagikan 200 unit tong sampah.--

BATUBRAK – Pemerintah Pekon Kerang, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat, mulai mengubah wajah lingkungannya dengan langkah sederhana tapi berdampak besar yaitu membagikan 200 unit tong sampah kepada masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari upaya menciptakan pekon yang bersih, sehat, dan bebas sampah, sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam menguatkan kesadaran lingkungan hidup di tingkat akar rumput.

Peratin Kerang, Mat Amin, mengatakan, penyediaan tong sampah bukan sekadar pembagian sarana kebersihan, tetapi juga upaya mengubah pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kami ingin menumbuhkan budaya baru membuang sampah pada tempatnya, memisahkan sampah organik dan anorganik, serta menjaga kebersihan pekon. Karena lingkungan yang bersih adalah kunci hidup sehat,” ujarnya.

Menurutnya, program tong sampah tersebut menjadi salah satu agenda prioritas tahun anggaran 2025 yang didanai melalui Dana Desa (DD). Seluruh tong sampah disalurkan ke rumah warga, fasilitas umum, sekolah, dan titik-titik strategis di sepanjang jalan utama pekon.

Langkah ini diambil karena masih banyak warga yang membuang sampah di pinggir jalan dan saluran air, terutama saat musim hujan, yang dapat menimbulkan bau dan menyumbat aliran air. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan perilaku warga dapat lebih tertib dalam pengelolaan sampah rumah tangga. “Kita tidak ingin lingkungan kumuh dan saluran air tersumbat hanya karena kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kalau lingkungan bersih, kesehatan masyarakat juga lebih terjaga,” tambah Mat Amin.

Selain pembagian tong sampah, Pemerintah Pekon Kerang juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan sampah. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan peluang ekonomi, misalnya dengan pemanfaatan sampah plastik dan organik menjadi produk daur ulang.

Kegiatan ini turut melibatkan perangkat pekon, kader posyandu, dan kelompok ibu-ibu PKK, yang berperan dalam sosialisasi dan pendampingan di setiap pemangku. Mereka memberikan edukasi ringan kepada warga tentang cara memilah sampah serta dampak lingkungan dari kebiasaan membuang sampah sembarangan.

“Kami berupaya agar seluruh warga ikut terlibat. Program ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi menjadi gerakan bersama. Kalau masyarakat sudah sadar, menjaga kebersihan akan jadi kebiasaan, bukan kewajiban,” terang dia.

Mat Amin menambahkan, program kebersihan ini juga berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan, seperti demam berdarah dan infeksi kulit. Karena itu, ia berharap setiap warga menjaga tong sampah yang diberikan agar tidak rusak dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Tong sampah ini milik bersama, jadi harus dijaga. Jangan hanya awalnya semangat, tapi nanti dibiarkan rusak atau hilang. Kalau lingkungan bersih, kita semua yang menikmati,” tutupnya.

Langkah kecil yang dilakukan Pekon Kerang ini mendapat apresiasi dari warga. Mereka menilai program tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup masyarakat.

Dengan dimulainya gerakan kebersihan dari rumah tangga, Pekon Kerang berharap dapat menjadi contoh pekon lain di Kecamatan Batubrak dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. (edi/lusiana)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan