Planetarium TIM Kembali Dibuka, Pramono Anung Tuntaskan Proyek Mangkrak Jakarta
Gubernur Jakarta Pramonong Anung. Foto Univ Padjadajaran--
RADARLAMBARBACAKORAN.CO- Planetarium Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta akhirnya kembali dibuka untuk publik setelah bertahun-tahun tidak beroperasi. Wahana edukasi antariksa ini kini hadir dengan tampilan baru dan teknologi modern, memungkinkan masyarakat menikmati pertunjukan simulasi langit hingga video sains berbasis teknologi terkini.
Peresmian kembali Planetarium Jakarta dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai program dan proyek yang belum tuntas pada masa kepemimpinan sebelumnya, termasuk pengoperasian kembali Planetarium yang sempat terbengkalai.
Menurut Pramono, Planetarium merupakan salah satu ikon bersejarah Jakarta yang memiliki nilai penting dalam dunia edukasi. Bangunan peninggalan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin itu disebutnya telah lama tidak dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi besar sebagai pusat pembelajaran dan rekreasi berbasis ilmu pengetahuan.
Dengan kembali beroperasinya Planetarium, kawasan Taman Ismail Marzuki kini semakin lengkap sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan edukasi. Pramono juga menyinggung kehadiran Artotel di kawasan TIM yang dinilai mampu mendukung aktivitas wisata dan event, sehingga masyarakat tak perlu jauh mencari fasilitas penunjang di luar Jakarta.
Planetarium Jakarta memiliki sejarah panjang. Gagasan pendiriannya dicetuskan Presiden Soekarno pada 1964 sebagai upaya memajukan ilmu astronomi dan mengikis kepercayaan takhayul. Planetarium ini resmi beroperasi pada 1 Maret 1969 dan menjadi pusat edukasi astronomi pertama di Asia Tenggara.
Seiring perjalanan waktu, status pengelolaan Planetarium mengalami perubahan. Pada 2002, lembaga ini ditetapkan sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Renovasi besar kemudian dilakukan pada 2019 bersamaan dengan penataan kawasan TIM.
Meski sempat mengalami kendala dan tertunda pada periode 2021 hingga 2024, Planetarium akhirnya dapat dioperasikan kembali pada Desember 2025. Kini, Planetarium Jakarta hadir sebagai pusat edukasi sains dan antariksa modern, dilengkapi teknologi baru seperti AI Virtual Host u