Pemerintah Bidik Perluasan Lahan Tebu hingga 100 Ribu Hektar
Pemerintah menargetkan perluasan lahan tebu hingga 100 ribu hektare (ha) nasional demi menyetop impor gula putih mulai tahun depan. Foto ANTARA--
RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO- Pemerintah pusat menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional sebagai langkah strategis untuk menghentikan impor gula putih mulai tahun depan. Dalam peta besar kebijakan tersebut, Jawa Timur diproyeksikan menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi sekitar 70 persen dari total pengembangan lahan tebu nasional.
Target ambisius ini disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam rapat koordinasi percepatan hilirisasi perkebunan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BUMN perkebunan, serta jajaran terkait di Surabaya. Pemerintah menilai posisi Jawa Timur sangat krusial karena lebih dari separuh kebun tebu nasional selama ini berada di provinsi tersebut, baik dari sisi luas lahan maupun kapasitas produksi.
Dari total target nasional 100 ribu hektare, sekitar 70 ribu hektare direncanakan dikembangkan di Jawa Timur. Pengembangan ini tidak hanya mengandalkan perluasan areal tanam, tetapi juga optimalisasi lahan yang selama ini belum produktif. Pemerintah pusat menyiapkan skema kerja bertahap yang dimulai sejak akhir tahun ini hingga periode Januari–Maret tahun depan, dengan cadangan lahan siap garap yang disebut mencapai puluhan ribu hektare.
Upaya tersebut akan dilaksanakan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN perkebunan, serta melibatkan dukungan aparat penegak hukum. Keterlibatan banyak pihak dinilai penting untuk memastikan proses pengembangan lahan berjalan lancar, memiliki kepastian hukum, serta tidak menemui hambatan di tingkat lapangan.
Selain fokus pada perluasan lahan, Kementerian Pertanian juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana produksi. Untuk wilayah Jawa Timur, pemerintah berencana menyalurkan alat dan mesin pertanian dalam jumlah besar, termasuk sedikitnya 100 unit traktor. Dukungan alsintan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas tebu, mempercepat proses tanam dan panen, sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini menjadi keluhan petani.
Dengan kombinasi perluasan lahan dan peningkatan produktivitas, produksi gula nasional diproyeksikan meningkat signifikan. Dari capaian sekitar 2,68 juta ton saat ini, produksi gula ditargetkan naik mendekati 3 juta ton pada tahun depan. Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gula putih domestik tanpa harus bergantung pada impor.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh mendukung target nasional tersebut. Optimalisasi potensi lahan, penguatan koordinasi lintas kabupaten dan kota, serta kolaborasi dengan BUMN dan pemerintah pusat menjadi fokus utama daerah. Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memastikan kesiapan lahan, validitas data, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar target swasembada gula nasional dapat tercapai sesuai rencana.
Jika program ini berjalan sesuai target, pemerintah optimistis tidak hanya mampu menghentikan impor gula putih, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu di berbagai daerah, khususnya di Jawa Timur sebagai sentra utama produksi gula nasional.(*/edi)