Evakuasi Kayu Gelondongan di Tanjung Setia Terus Berlangsung

PROSES evakuasi kayu gelondongan dari kapal tongkang di Tanjung Setia masih berlangsung. Foto Dok --

RADARLAMBAR.BACAKORAN.CO - Proses evakuasi batang kayu gelondongan yang berserakan di sepanjang pesisir Pantai Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), hingga kini masih terus berlangsung. Evakuasi dilakukan menyusul terdamparnya Kapal Tongkang Ronmas 69 di perairan setempat akibat cuaca buruk yang melanda wilayah laut daerah itu beberapa waktu lalu.

Upaya pemindahan kayu gelondongan itu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi gelombang laut serta keselamatan para pekerja dan masyarakat sekitar, khususnya nelayan.

Peratin Tanjung Setia, Iswandi, mengatakan bahwa proses evakuasi telah mulai dilakukan oleh pihak perusahaan pemilik kapal tongkang. Hingga kini, puluhan batang kayu gelondongan berukuran besar yang sebelumnya terbawa arus dan berserakan hingga ke pinggir pantai telah berhasil dipindahkan kembali ke atas kapal tongkang. Bahkan evakuasi itu menjadi perhatian serius pemerintah pekon mengingat lokasi kejadian berada di kawasan pantai yang kerap dimanfaatkan nelayan untuk beraktivitas.

“Proses evakuasi batang kayu gelondongan dari kapal tongkang yang sebelumnya berserakan hingga ke pinggiran Pantai Tanjung Setia, ini sudah mulai berlangsung,” kata Iswandi.

Dijelaskannya, hingga saat ini sudah ada sekitar 40 batang kayu gelondongan berukuran besar yang berhasil dievakuasi dan disusun kembali di atas kapal tongkang yang berada di perairan Tanjung Setia. Proses pemindahan tersebut dilakukan secara hati-hati, mengingat ukuran kayu yang besar serta kondisi gelombang laut yang tidak selalu stabil.

“Sampai dengan sekarang sudah ada sekitar 40 batang kayu gelondongan ukuran besar itu yang sudah dievakuasi ke kapal tongkang di perairan ini,” jelasnya.

Menurut Iswandi, evakuasi kayu gelondongan tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat. Kayu-kayu yang sebelumnya berada di pinggir pantai ditarik secara perlahan menuju laut, kemudian dinaikkan dan disusun kembali ke dalam kapal tongkang. Proses ini dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi lingkungan pesisir maupun aktivitas masyarakat.

“Batang kayu gelondongan itu dievakuasi dengan menggunakan alat berat dan ditarik ke kapal tongkang. Kita berharap evakuasi yang dilakukan itu tidak mengganggu aktivitas nelayan melaut,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pesbar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus memantau jalannya proses evakuasi tersebut. Plt. Kepala BPBD Pesbar, Roby Arfan, S.H., M.H., melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Arnold Malau, S.Sos., menyampaikan bahwa hingga saat ini evakuasi kayu gelondongan masih terus dilakukan dan belum sepenuhnya rampung.

“Masih dalam proses evakuasi dengan menggunakan alat berat. Kayu gelondongan dari pinggir pantai itu ditarik ke laut menggunakan alat berat untuk kembali disusun di dalam kapal tongkang itu,” kata Arnold.

Dikatakannya, keterlibatan BPBD dalam proses itu lebih kepada fungsi koordinasi dan pemantauan, terutama untuk memastikan bahwa kegiatan evakuasi berjalan aman, tertib dan tidak menimbulkan risiko baru, baik bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar. Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk yang dapat menghambat proses evakuasi.

Arnold menambahkan, Kapal Tongkang Ronmas 69 sebelumnya terdampar di perairan Tanjung Setia akibat cuaca buruk yang terjadi pada Sabtu malam, 8 November 2025, sekitar pukul 19.00 WIB. Hantaman gelombang besar dan angin kencang menyebabkan kapal tidak mampu bertahan di jalur pelayarannya, sehingga sebagian muatan kayu gelondongan terlepas dan terbawa arus hingga ke pesisir pantai.

“Jumlah kayu dalam tongkang tersebut mencapai sekitar 4.810,10 kubik,” ungkapnya.

Dengan jumlah muatan yang cukup besar tersebut, proses evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Karena itu, pihaknya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tanpa kendala berarti, baik dari sisi teknis maupun faktor cuaca. BPBD juga berharap perusahaan pemilik kapal dapat menyelesaikan evakuasi secara maksimal agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan