Baut Jembatan Bailey Aceh Diduga Dicuri, Gubernur Mualem Murka di Tengah Bencana
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem. Foto Pemerintah Aceh--
RADARLAMBARBACAKORAN.CO- Dugaan pencurian baut jembatan bailey di kawasan Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, menuai reaksi keras dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Di tengah kondisi darurat pascabencana, tindakan tersebut dinilai sebagai perbuatan tidak bertanggung jawab yang mencederai kepentingan masyarakat luas.
Gubernur yang akrab disapa Mualem itu menegaskan, pencurian komponen jembatan sementara sangat berbahaya karena mengancam akses vital warga. Infrastruktur tersebut dibangun untuk menjamin kelancaran mobilitas dan distribusi kebutuhan pokok, terutama saat daerah terdampak bencana masih membutuhkan dukungan logistik.
Menurutnya, tindakan mengambil baut jembatan sama saja dengan merugikan masyarakat sendiri. Jika jembatan sampai ambruk akibat ulah segelintir orang, maka pasokan bahan pangan dan bantuan kemanusiaan akan terhambat, sementara warga menjadi pihak yang paling dirugikan.
Mualem juga mengimbau agar pelaku segera menyadari kesalahannya dan tidak mengulangi perbuatan serupa. Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas umum yang dibangun negara demi kepentingan bersama, apalagi dalam situasi krisis.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak turut menyampaikan keprihatinan atas dugaan pencurian baut jembatan bailey di Aceh. Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk sabotase terhadap sarana darurat yang berfungsi menopang konektivitas wilayah terdampak bencana.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat jembatan bailey merupakan infrastruktur sementara yang sangat bergantung pada kelengkapan dan kekuatan setiap komponennya. Aparat diharapkan segera mengusut tuntas dugaan pencurian tersebut demi menjaga keselamatan dan kepentingan masyarakat. (*/rinto)